HOME  ⁄  Geopolitik

Menlu Mesir Mendesak Israel Menarik Seluruh Pasukan dari Gaza Sesuai Peta Jalan Perdamaian

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menlu Mesir Mendesak Israel Menarik Seluruh Pasukan dari Gaza Sesuai Peta Jalan Perdamaian
Foto: (Sumber :Warga Palestina hidup dalam kondisi memprihatinkan di tenda-tenda darurat di sepanjang pesisir Kota Gaza, berjuang untuk bertahan hidup di tengah serangan Israel yang terus berlangsung di Gaza, Palestina, pada 7 Agustus 2026. Keluarga-keluarga pengungsi yang berlindung di dekat pantai menghadapi tantangan kemanusiaan yang berat akibat kondisi tempat tinggal sementara tersebut. ANTARA/Ali Jadallah - Anadolu Agency /pri.)

Pantau - Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty mendesak Israel menarik seluruh pasukannya dari Jalur Gaza sebagai bagian dari penerapan ketentuan yang telah disepakati dalam peta jalan Gaza.

Abdelatty menyampaikan sikap tersebut saat membahas perkembangan Palestina dan penerapan rencana Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama pejabat tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza, Nikolay Mladenov, melalui sambungan telepon pada Minggu (9/8/2026).

Kedua pejabat meninjau perkembangan penerapan peta jalan Gaza, termasuk penyaluran bantuan kemanusiaan dan proses penarikan pasukan Israel.

Abdelatty menekankan bantuan kemanusiaan harus disalurkan secara "penuh, aman, dan berkelanjutan", menurut Kementerian Luar Negeri Mesir.

Mesir Dorong Tahap Kedua Rencana Gaza

Abdelatty menyatakan penarikan pasukan Israel diperlukan untuk membuka jalan menuju tahap kedua rencana perdamaian sekaligus mendukung pemulihan awal dan pembangunan kembali Gaza.

Ia juga menyerukan agar Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dapat mulai menjalankan tugas sementara dari dalam wilayah tersebut.

Mesir turut menekankan pentingnya melanjutkan persiapan pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional untuk memantau gencatan senjata dan mendukung keamanan selama masa transisi.

Pasukan internasional tersebut juga diproyeksikan berperan menjaga kesatuan wilayah Palestina selama proses penerapan peta jalan berlangsung.

Abdelatty mengatakan proses itu pada akhirnya harus memungkinkan Otoritas Palestina menjalankan tanggung jawab secara penuh di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki.

Ia juga mendesak seluruh pihak memenuhi kewajiban masing-masing serta menghindari langkah yang dapat menghambat penerapan kesepakatan atau merusak kemajuan yang telah dicapai.

Israel dan Hamas Berbeda Sikap soal Pelucutan Senjata

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya pada Minggu menolak rencana Gaza berisi 15 poin yang telah disetujui Dewan Perdamaian.

Netanyahu menegaskan pasukan Israel tidak akan ditarik dari Gaza sebelum Hamas dilucuti.

Israel menginginkan proses pelucutan senjata diselesaikan sebelum pasukannya ditarik dari wilayah tersebut.

Sementara itu, peta jalan yang disetujui Dewan Perdamaian dan diterima Hamas mengatur pelucutan senjata serta penarikan pasukan dilakukan secara bertahap dan bersamaan.

Peta jalan tersebut juga mencakup pengalihan administrasi Gaza kepada komite teknokrat Palestina, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, serta penempatan senjata di bawah tanggung jawab Komite Nasional untuk Administrasi Gaza dengan pengawasan internasional.

Rencana itu turut mencakup penarikan pasukan Israel secara bertahap serta upaya pembangunan kembali Jalur Gaza.

Penulis :
Aditya Yohan