HOME  ⁄  Geopolitik

Amerika Serikat dan Iran Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata Menjelang Tenggat 17 Agustus

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Amerika Serikat dan Iran Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata Menjelang Tenggat 17 Agustus
Foto: Arsip - Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bersama Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance, Utusan Khusus AS Steve Witkoff, dan anggota delegasi AS di sela-sela KTT Danau Lucerne di Burgenstock, Swiss 21/6/2026 (sumber: Anadolu/Government of Pakistan)

Pantau - Amerika Serikat dan Iran dikabarkan sepakat memperpanjang masa gencatan senjata selama 60 hari menjelang berakhirnya tenggat berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad pada 17 Agustus 2026.

Kesepakatan perpanjangan tersebut disampaikan sumber Pemerintah Pakistan kepada Anadolu pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut sumber tersebut, Amerika Serikat dan Iran telah menyampaikan persetujuan kepada pihak mediator untuk memperpanjang tenggat gencatan senjata.

Namun, komunikasi antara kedua negara masih berlangsung untuk menentukan secara pasti jangka waktu perpanjangan tersebut.

"Kedua belah pihak telah menyampaikan persetujuan mereka kepada para mediator untuk memperpanjang batas waktu. Namun, kedua belah pihak sedang bertukar pesan untuk memutuskan jangka waktu perpanjangan tersebut," ungkap sumber Pemerintah Pakistan.

Negosiasi AS-Iran Sempat Menemui Jalan Buntu

Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menyepakati gencatan senjata yang dimediasi Pakistan pada April 2026.

Setelah gencatan senjata tercapai, kedua negara menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni 2026 untuk membuka proses negosiasi menuju kesepakatan akhir.

Proses pembicaraan kemudian menemui jalan buntu karena Amerika Serikat dan Iran memiliki perbedaan pandangan mengenai sejumlah persoalan penting.

Salah satu persoalan yang menghambat negosiasi adalah masalah jaminan keamanan.

Persoalan lain berkaitan dengan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

Selat Hormuz memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu jalur penting bagi pasokan energi dan perdagangan global.

Ketegangan Berujung Serangan Militer

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat hingga berkembang menjadi aksi militer pada periode 8 hingga 24 Juli 2026.

Dalam periode tersebut, kedua negara kembali saling melancarkan serangan militer.

Amerika Serikat menyerang sejumlah sasaran yang berada di wilayah Iran.

Iran kemudian membalas dengan menargetkan fasilitas serta peralatan militer milik AS yang berada di sejumlah negara Arab.

Yordania, Bahrain, dan Kuwait disebut menjadi lokasi serangan balasan Iran terhadap fasilitas dan peralatan militer Amerika Serikat.

Kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata menjadi perkembangan terbaru setelah periode serangan tersebut sekaligus menjelang berakhirnya tenggat gencatan senjata pada 17 Agustus 2026.

Penulis :
Shila Glorya