
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim negaranya telah memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz di tengah ketegangan dengan Iran yang terus mengganggu jalur pelayaran dan rantai pasokan energi global.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan di Pangkalan Gabungan Andrews, Maryland, Selasa (11/8/2026), setelah melakukan perjalanan dari Ohio.
Presiden AS itu juga menegaskan dirinya tidak mempercayai Iran.
"Saya tidak percaya Iran. Mengapa - apakah Anda mengatakan saya percaya Iran!? Saya adalah orang terakhir yang akan mempercayai Iran," kata Trump.
"Mereka terus-menerus berbohong kepada saya," tambahnya.
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz
Trump mengeklaim Iran tidak lagi memiliki kendali atas Selat Hormuz dan menyebut kawasan strategis tersebut kini berada dalam kendali Amerika Serikat.
"Saat ini kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Mereka tidak memiliki kendali. Kami memiliki kendali penuh. Selat itu milik kami," katanya.
Trump sebelumnya pada Senin mengatakan kapal-kapal tidak diizinkan memasuki wilayah Iran melalui Selat Hormuz, sementara akses bagi pihak lain tetap dibuka.
"Kami tidak mengizinkan mereka masuk ke Iran. Mereka tidak diperbolehkan melewati selat menuju Iran, tetapi selat itu terbuka bagi pihak lain," ujarnya.
Trump mengakui pasukan Iran masih dapat mencoba mengganggu pelayaran, termasuk dengan menempatkan ranjau di kawasan tersebut.
Namun, Trump mengeklaim pasukan AS telah menemukan dan membersihkan ranjau di sepanjang Selat Hormuz.
"Kami telah membersihkan ranjau di seluruh selat, seperti yang mungkin sudah Anda dengar, atau mungkin belum. Tetapi kami mengendalikan selat tersebut 100 persen. Apakah mereka masih bisa membuat masalah? Ya, mereka bisa. Tetapi mereka bangkrut. Mereka tidak punya uang," kata Trump.
Ketegangan AS-Iran Berlanjut
Situasi Timur Tengah masih tegang setelah perang AS-Israel terhadap Iran dimulai pada akhir Februari 2026.
Teheran dan Washington hingga kini belum mencapai kesepakatan final untuk mengakhiri konfrontasi tersebut.
Penutupan Selat Hormuz juga terus mengganggu rantai pasokan energi global karena kawasan itu merupakan jalur strategis pelayaran internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan



