
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump digugat dua organisasi media terkait layanan berbayar Truth Social yang memberikan pelanggan akses lebih awal terhadap unggahannya sebelum dapat dilihat masyarakat umum.
Gugatan tersebut diajukan The Intercept dan organisasi nirlaba Freedom of the Press Foundation (FPF) pada Rabu (12/8).
Kedua organisasi menuduh layanan itu melanggar Amendemen Pertama Konstitusi AS terkait hak mengakses komentar presiden dengan syarat setara serta Amendemen Kelima mengenai larangan penerapan syarat tidak wajar untuk memperoleh manfaat pemerintah.
Para penggugat menilai keterlambatan memperoleh pernyataan Trump dapat merugikan kemampuan media dalam menghasilkan maupun mendukung karya jurnalistik.
"Tindakan seorang presiden yang menjual akses prioritas ke berita yang dia hasilkan sendiri demi keuntungan perusahaan swasta yang dikendalikannya merupakan tindakan korup dan inkonstitusional yang sangat mencolok, yang bahkan tak terbayangkan oleh siapa pun beberapa tahun yang lalu," ujar Kepala Advokasi FPF Seth Stern.
Penasihat Umum The Intercept David Bralow juga mempersoalkan praktik pemberian akses lebih cepat terhadap pernyataan publik presiden melalui layanan berbayar.
"Tidak ada yang lebih bertolak belakang dengan semangat pers yang bebas dan independen selain tindakan presiden yang memungut bayaran untuk akses lebih awal ke pengumuman publiknya," kata Bralow.
Truth API Tawarkan Akses Unggahan Trump Lebih Cepat
Layanan bernama Truth API memungkinkan pelanggan memperoleh unggahan Trump beberapa detik sebelum konten tersebut muncul untuk masyarakat umum.
The Intercept dan FPF menilai selisih waktu beberapa detik itu krusial karena pernyataan Trump mengenai kebijakan pemerintah, tindakan militer, tarif, dan isu lainnya dapat memengaruhi pasar keuangan.
Sejumlah perusahaan investasi besar disebut telah mengembangkan sistem otomatis untuk memantau Truth Social, mendeteksi kata kunci penting, serta melakukan transaksi dalam hitungan detik.
Data perdagangan yang ditinjau The Wall Street Journal menunjukkan investor memperdagangkan lebih dari 2 juta saham dalam waktu satu menit setelah dua unggahan Trump mengenai Iran pada Juni.
Aktivitas tersebut disebut memicu pergerakan lebih dari 2 persen pada hampir dua lusin saham sektor energi dan industri.
Para penggugat berpendapat layanan berbayar itu berpotensi memberikan keuntungan lebih awal kepada pihak yang mampu membayar untuk memperoleh informasi sensitif terhadap pasar.
Trump Media and Technology Group (TMTG) menawarkan Truth API dengan tarif hingga 100.000 dolar AS per bulan untuk memperoleh akses awal ke 10 akun Truth Social terkemuka, termasuk akun Trump.
Tarif layanan tersebut menjadi 60.000 dolar AS per bulan bagi pelanggan yang mengambil kontrak selama tiga tahun.
Akun lain yang ditawarkan melalui Truth API antara lain milik Wakil Presiden AS JD Vance, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F. Kennedy Jr., Direktur FBI Kash Patel, serta Gedung Putih.
Kepemilikan Trump di TMTG Ikut Disorot
Layanan tersebut diluncurkan ketika TMTG mencatat kerugian ratusan juta dolar setiap kuartal dan harga saham perusahaan turun hingga di bawah 10 dolar AS dari sekitar 62 dolar AS tak lama setelah melantai di bursa dua tahun sebelumnya.
Trump tercatat sebagai pemegang saham terbesar TMTG dengan kepemilikan 41,3 persen yang bernilai sekitar 950 juta dolar AS melalui Donald J. Trump Revocable Trust.
Donald Trump Jr. menjabat sebagai direktur TMTG sekaligus mengelola perwalian tersebut, sementara Trump menjadi satu-satunya penerima manfaat.
The Wall Street Journal melaporkan perusahaan perdagangan termasuk di antara pelanggan awal Truth API dan lebih dari 10 pelanggan telah mendaftar.
Dalam perdagangan berkecepatan tinggi, akses terhadap informasi bahkan hanya beberapa saat lebih cepat daripada pesaing dapat memberikan keuntungan signifikan.
"Skema ini sangat korup," ungkap kedua organisasi tersebut dalam pengaduan mereka.
"Presiden berpotensi memperoleh keuntungan finansial dengan memberikan informasi pemerintah yang 'mampu menggerakkan pasar' kepada pihak-pihak yang bersedia dan mampu membayar perusahaan pribadinya."
Anggota Parlemen Desak Penyelidikan
Kontroversi Truth API juga mendapat sorotan dari anggota parlemen Partai Demokrat yang mendesak Komisi Sekuritas dan Bursa AS melakukan penyelidikan terhadap layanan tersebut.
Lembaga pengawas etika sebelumnya juga mengkritik aktivitas Trump di Truth Social karena dinilai berkaitan dengan kepentingan bisnis pribadinya.
Laporan pengungkapan keuangan tahunan Trump menunjukkan dirinya memperoleh pendapatan lebih dari 1 miliar dolar AS pada 2025 dari bisnis mata uang kripto yang berada di bawah regulasi pemerintahannya.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan



