
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat di tengah perang dengan Iran yang telah berlangsung hampir enam bulan.
Trump menyampaikan rencana tersebut saat berpidato di sebuah akademi kepolisian di negara bagian New York, Jumat (14/8/2026).
"Setelah kami selesai mengalahkan Iran, yang saat ini sedang dikalahkan dengan sangat parah, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," kata Trump.
Trump Klaim AS Kendalikan Jalur Pelayaran
Trump mengeklaim Amerika Serikat masih memiliki kendali kuat atas Selat Hormuz melalui blokade angkatan laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran.
Presiden AS itu menggambarkan blokade tersebut sebagai sesuatu yang "tidak terbendung" dan "tembok baja."
Trump juga meminta para pendukungnya menerima sementara kenaikan harga bensin akibat perang dengan alasan operasi militer diperlukan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
"Kalian hanya perlu mengingat bahwa apa yang kami lakukan ini merupakan jasa besar bagi dunia," ujarnya.
Perang AS-Israel melawan Iran yang berlangsung sejak akhir Februari 2026 dan penutupan efektif Selat Hormuz oleh Iran telah memicu kenaikan harga minyak serta sejumlah komoditas di berbagai negara.
Iran Tegaskan Selat Hormuz Berada di Bawah Kendalinya
Iran berulang kali menyatakan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz hingga Amerika Serikat mencabut blokade terhadap negara tersebut.
Teheran juga menegaskan Selat Hormuz yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman berada di bawah kendali serta pengelolaannya.
Ketegangan di jalur pelayaran strategis tersebut berlangsung ketika Trump menghadapi tekanan di dalam negeri untuk mengakhiri perang dengan Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan



