HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Membantah Klaim Trump dan Menegaskan Selat Hormuz Tak Bisa Direbut AS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Membantah Klaim Trump dan Menegaskan Selat Hormuz Tak Bisa Direbut AS
Foto: (Sumber :Ilustrasi rudal Iran. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu).)

Pantau - Iran membantah klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai Selat Hormuz dan menegaskan jalur strategis tersebut tidak dapat direbut melalui cuitan, pengerahan kapal induk, perintah, maupun pidato kampanye.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi menyampaikan pernyataan tersebut pada Jumat (14/8/2026) setelah Trump mengklaim akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat.

Gharibabadi mengatakan Amerika Serikat harus mengakui kekalahan strategis dan serius yang menurutnya telah dialami dalam perang melawan Iran.

“Iran tidak takut terhadap ancaman dan tidak dapat diintimidasi oleh unjuk kekuatan,” katanya melalui unggahan di platform media sosial X.

Iran Tegaskan Kendali atas Selat Hormuz

Gharibabadi menegaskan Iran menganggap Selat Hormuz berada dalam kendalinya dan keputusan membuka maupun menutup jalur tersebut ditentukan Teheran.

“Selat Hormuz itu milik Iran, sekarang milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran. Selat ini hanya akan ditutup dan dibuka atas perintah Iran. Sampai kalian menerima kenyataan mengenai kekalahan kalian dan meninggalkan fantasi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade di Hormuz,” tambahnya.

Pernyataan itu muncul setelah Trump sehari sebelumnya mengklaim Angkatan Laut AS sedang memberlakukan blokade penuh terhadap Selat Hormuz.

“Setelah mengalahkan Iran sepenuhnya, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” kata Trump.

Trump melalui platform Truth Social juga mengklaim Amerika Serikat telah memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz dan meyakini kendali tersebut dapat dipertahankan.

Pejabat Iran Bantah Klaim Amerika Serikat

Para pejabat Iran menyatakan Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali selama Amerika Serikat masih melakukan intervensi di kawasan, mempertahankan blokade angkatan laut, dan tidak memenuhi persyaratan dalam kerangka kesepakatan Juni antara Teheran dan Washington.

Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Ibrahim Zolfaqari juga membantah klaim Trump mengenai kendali Amerika Serikat atas Selat Hormuz.

“Tidak ada kapal yang akan diizinkan melintasi Selat Hormuz tanpa izin dan pengawasan Iran,” kata Zolfaqari.

Selat Hormuz menjadi pusat ketegangan terbaru antara Teheran dan Washington seiring perbedaan klaim kedua negara mengenai penguasaan dan pelayaran di jalur tersebut.

Penulis :
Ahmad Yusuf