
Pantau - Iran mendesak Pemerintah Qatar mengizinkan tim pencari fakta Angkatan Udara Angkatan Bersenjata Iran memasuki negara tersebut untuk menyelidiki dugaan penangkapan tiga pilot Iran pada Maret 2026.
Komandan Komite Pencarian Orang Hilang Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mohammad Bagherzadeh menyampaikan permintaan itu pada Minggu, 16 Agustus 2026, setelah Qatar membantah telah menahan tiga pilot tersebut.
Bagherzadeh sebelumnya menyatakan tiga pilot Iran ditangkap pasukan Qatar setelah pesawat tempur mereka ditembak jatuh ketika kembali dari misi militer terhadap pangkalan Amerika Serikat di Qatar pada Maret 2026.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari membantah klaim tersebut melalui unggahan di media sosial pada Sabtu, 15 Agustus 2026.
Iran Minta Penyelidikan Dilakukan di Qatar
Bagherzadeh mengatakan tim yang terdiri atas para ahli Angkatan Udara Angkatan Bersenjata Iran telah menunggu selama beberapa bulan untuk memperoleh izin memasuki Qatar dan melakukan penyelidikan langsung di lapangan.
Menurut dia, penghalangan dan penundaan oleh otoritas Qatar membuat kondisi belum memungkinkan bagi pemulangan para pilot Iran.
Bagherzadeh kemudian meminta Pemerintah Qatar memberikan akses kepada tim Iran untuk melakukan pencarian fakta terkait keberadaan para pilot tersebut.
Dalam surat yang dipublikasikan pada Sabtu, Bagherzadeh menyebut tiga pilot ditangkap pasukan Qatar, sementara pilot keempat tewas setelah pesawat tempur mereka ditembak jatuh.
Konflik Iran dengan AS dan Israel Jadi Latar Belakang
Ketegangan tersebut berkaitan dengan konflik setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan itu menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer dan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menyasar Israel serta pangkalan dan aset Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Jenazah pilot Iran yang tewas, Majid Kazemi, telah dipulangkan dan dimakamkan di Kota Shiraz, Iran selatan, pada akhir Juli 2026.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



