
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Iran menjadi rumit karena banyak tokoh pemimpin negara tersebut telah tewas sehingga proses mencapai kesepakatan mengalami hambatan.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut kepada Michael Cohen di 77 WABC di tengah ketegangan antara Washington dan Teheran.
"Sebagian dari masalahnya adalah begitu banyak pemimpin yang telah tiada. Tidak mudah untuk mencapai kesepakatan. Tak ada yang tahu siapa yang memimpin," kata Trump.
Trump pada Rabu, 19 Agustus 2026, mengumumkan dimulainya operasi ekonomi terhadap Iran dan menyerukan sekutu Amerika Serikat untuk ikut bergabung.
Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis menyebut langkah yang ditempuh Amerika Serikat tersebut sebagai "terorisme ekonomi".
Ketegangan itu berlangsung ketika peluang perundingan antara Washington dan Teheran masih menghadapi ketidakpastian.
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan pada 28 Februari 2026.
Putranya, Mojtaba Ali Khamenei, kemudian terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru setelah kematian Ali Khamenei.
Mojtaba belum pernah tampil di depan publik sejak pengangkatannya sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Namun, Mojtaba telah mengeluarkan sejumlah pernyataan kepada rakyat Iran yang dipublikasikan melalui media resmi negara tersebut.
Trump menilai kondisi kepemimpinan Iran menjadi salah satu faktor yang membuat upaya mencapai kesepakatan dengan Teheran tidak mudah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



