HOME  ⁄  Geopolitik

Mirza Fakhrul Resmi Menjabat Presiden Bangladesh setelah Menang dalam Pemilihan Bersejarah

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Mirza Fakhrul Resmi Menjabat Presiden Bangladesh setelah Menang dalam Pemilihan Bersejarah
Foto: Presiden Bangladesh Mirza Fakhrul Islam Alamgir (sumber: Anadolu)

Pantau - Mirza Fakhrul Islam Alamgir resmi menjabat sebagai presiden ke-23 Bangladesh setelah diambil sumpah dalam upacara pelantikan di Banghabhaban, kediaman resmi Presiden Bangladesh di Dhaka, Jumat.

Penjabat Ketua Parlemen Bangladesh Kaiser Kamal memimpin pembacaan sumpah jabatan Fakhrul yang terpilih untuk masa jabatan lima tahun.

Upacara pelantikan tersebut dihadiri sejumlah tamu negara, termasuk perdana menteri, anggota kabinet, serta anggota legislatif dari kubu oposisi.

Setelah dilantik, Fakhrul langsung menjalankan salah satu tugas pertamanya dengan memimpin pengambilan sumpah enam anggota baru kabinet Perdana Menteri Tarique Rahman.

Enam anggota kabinet tersebut terdiri atas empat menteri dan dua menteri negara.

Berdasarkan lembaran negara yang diterbitkan pada Sabtu, perombakan terbaru membuat pemerintahan Tarique Rahman kini memiliki 51 menteri.

Fakhrul Raih 255 Suara Anggota Parlemen

Fakhrul yang merupakan pemimpin Partai Nasional Bangladesh atau Bangladesh Nationalist Party (BNP) terpilih sebagai presiden dalam pemungutan suara tidak langsung melalui anggota parlemen pada Kamis, sehari sebelum pelantikannya.

Dalam pemilihan tersebut, Fakhrul berhadapan dengan Kolonel (Purn.) Oli Ahmed yang menjadi calon presiden dari kubu oposisi pimpinan Partai Jamaat-e-Islami.

Fakhrul meraih dukungan 255 anggota parlemen, sedangkan Oli Ahmed memperoleh 88 suara.

Sebanyak enam anggota legislatif memilih abstain dan satu kursi parlemen masih kosong ketika pemungutan suara berlangsung.

Parlemen Bangladesh terdiri atas 300 kursi reguler dan 50 kursi khusus yang dialokasikan bagi anggota legislatif perempuan.

Pemilihan tersebut menjadi pemilihan presiden Bangladesh pertama dalam 35 tahun yang menghadirkan persaingan antarkandidat.

Dalam pemilihan-pemilihan sebelumnya selama periode tersebut, kubu oposisi tidak pernah mengajukan calon tandingan.

Fakhrul Gantikan Mohammed Shahabuddin

Fakhrul yang kini berusia 78 tahun telah lama menempati posisi penting dalam kepemimpinan BNP.

Ia pernah menjadi pemimpin de facto BNP ketika pemimpin partai tersebut, Khaleda Zia, dipenjara.

Pada periode yang sama, Tarique Rahman yang ketika itu menjadi penjabat ketua BNP menjalani pengasingan di Inggris selama 17 tahun.

Sebagian besar periode tersebut berlangsung ketika Bangladesh berada di bawah pemerintahan Perdana Menteri Sheikh Hasina selama sekitar 15 tahun.

Fakhrul menggantikan Mohammed Shahabuddin yang mengundurkan diri dari jabatan presiden pada 24 Juli karena alasan kesehatan.

Shahabuddin sebelumnya terpilih sebagai presiden pada era pemerintahan Liga Awami yang dipimpin Sheikh Hasina.

Pengunduran diri Shahabuddin terjadi sekitar dua tahun sebelum masa jabatan lima tahunnya berakhir.

Setelah Shahabuddin mundur, Ketua Parlemen Hafiz Uddin Ahmed menjalankan tugas sebagai presiden sementara.

Pelantikan Fakhrul mengakhiri periode kepemimpinan sementara tersebut sekaligus menempatkannya secara resmi sebagai presiden ke-23 Bangladesh untuk masa jabatan lima tahun.

Penulis :
Shila Glorya