
Pantau - Jumlah permukiman dan pos terdepan Israel di Tepi Barat yang diduduki mencapai 592 lokasi, sementara wilayah yang berada dalam kendali Israel mencapai sekitar 42 persen dari keseluruhan Tepi Barat berdasarkan data badan pemerintah Palestina.
Data tersebut disampaikan Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman dalam pemaparan mengenai perkembangan perluasan permukiman dan penguasaan tanah Palestina pada Sabtu (22/8/2026).
Komisi mencatat sekitar 780.000 warga Israel tinggal di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, hingga akhir Juli 2026.
Sebanyak 333.600 orang tercatat tinggal di permukiman di Yerusalem, sedangkan 446.400 lainnya berada di berbagai wilayah Tepi Barat.
Ratusan Permukiman dan Pos Tersebar di Tepi Barat
Menurut komisi tersebut, warga Israel tersebar di 192 permukiman dan 400 pos terdepan, termasuk 231 pos yang difungsikan untuk kegiatan penggembalaan.
Komisi menyebut perintah resmi Israel menunjukkan wilayah dalam kendali Israel mencapai 42 persen dari total luas Tepi Barat yang sekitar 5.660 kilometer persegi.
Israel juga disebut menguasai sekitar 71 persen Area C serta hingga 91 persen wilayah Lembah Yordan milik Palestina.
Tepi Barat terbagi menjadi Area A, B, dan C berdasarkan Kesepakatan Oslo II pada 1995.
Area A berada di bawah kendali administratif dan keamanan Palestina, sedangkan Area B berada di bawah kendali administratif Palestina dengan keamanan berada dalam kendali Israel.
Area C yang mencakup sekitar 60 persen wilayah Tepi Barat berada di bawah kendali penuh Israel.
Ketegangan di Tepi Barat Terus Meningkat
Tepi Barat mengalami peningkatan ketegangan sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, termasuk melalui operasi militer Israel dan serangan oleh pemukim Israel.
Perkembangan tersebut juga diikuti perluasan pos permukiman, pembangunan jalan khusus bagi warga Israel, serta semakin ketatnya pembatasan pergerakan warga Palestina.
Status permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki telah lama menjadi persoalan dalam konflik Israel-Palestina dan menjadi perhatian masyarakat internasional.
- Penulis :
- Gerry Eka



