
Pantau - Hamas dan Fatah dilaporkan akan bertemu di Kairo, Mesir, pada pekan depan untuk melanjutkan dialog nasional di tengah upaya mengatasi perpecahan politik Palestina dan persiapan pemilihan legislatif pada November 2026.
Seorang narasumber kepada Anadolu pada Jumat (21/8/2026) menyebut delegasi kedua faksi tengah mempersiapkan pertemuan yang kemungkinan berlangsung Senin (24/8/2026).
Pertemuan tersebut direncanakan setelah Ketua Biro Politik Hamas Khalil Al-Hayya bersama delegasinya mengunjungi Kairo untuk bertemu pejabat Mesir serta berdialog dengan perwakilan faksi politik Palestina.
Dialog Hamas dan Fatah berlangsung di tengah kondisi politik Palestina serta rencana penyelenggaraan pemilihan legislatif pada 28 November 2026.
Pemilu Palestina Dijadwalkan November 2026
Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menerbitkan dekret pada 9 Juli yang menetapkan pemilihan legislatif digelar pada 28 November 2026 di Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Jalur Gaza.
Pemilihan tersebut akan menjadi pemilu legislatif Palestina pertama dalam kurun waktu 20 tahun.
Komisi Pemilihan Pusat Palestina juga telah memulai pendaftaran pemilih dan pembaruan data pada 15 Agustus, sementara Hamas menyatakan keinginannya berpartisipasi melalui koalisi nasional.
Menurut sumber Anadolu, Hamas sejak konflik Gaza meletus pada Oktober 2023 telah dua kali mengundang Fatah untuk bertemu guna membahas langkah politik dan nasional dalam menghadapi krisis.
Pertemuan yang sebelumnya diusulkan tidak terlaksana, sedangkan komunikasi antara petinggi kedua faksi tetap berlanjut.
Upaya Rekonsiliasi Hamas-Fatah Berlangsung Bertahun-tahun
Perpecahan politik antara Hamas dan Fatah yang berlangsung sejak 2007 belum berakhir meski berbagai upaya rekonsiliasi telah dilakukan dengan dukungan negara-negara Arab dan pihak internasional.
Mahmoud Abbas pernah bertemu petinggi Hamas Ismail Haniyeh di Algiers pada Juli 2022 melalui mediasi Presiden Aljazair Abdelmadjid Tebboune.
Faksi-faksi Palestina, termasuk Hamas dan Fatah, kemudian menandatangani perjanjian rekonsiliasi di Algiers pada Oktober 2022 yang mencakup komitmen menggelar pemilihan presiden dan legislatif, tetapi pemilu tersebut tidak terlaksana.
Pada Juli 2024, Hamas dan Fatah bersama sejumlah faksi Palestina juga menandatangani Deklarasi Beijing yang memuat langkah untuk mengakhiri perpecahan politik dan mewujudkan persatuan nasional.
Upaya tersebut hingga kini belum berhasil mengakhiri perpecahan antara dua faksi utama Palestina itu.
Menurut sumber, pertemuan di Kairo pekan depan memiliki signifikansi untuk "menguji kemungkinan mengubah tekanan dari genosida Israel di Gaza menjadi proses internal baru di Palestina," yang dapat mengubah hubungan antarfaksi menjelang pemilu.
Kairo selama bertahun-tahun memainkan peran penting dalam memediasi dialog internal Palestina, khususnya antara Hamas dan Fatah.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



