
Pantau - Amerika Serikat menghapus Suriah dari daftar negara sponsor terorisme, sementara mantan Duta Besar Inggris untuk Suriah Peter Ford menilai keputusan tersebut kemungkinan didorong keinginan industri pertahanan AS membuka peluang penjualan senjata ke Damaskus.
Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS pada Senin menyatakan Amerika Serikat telah menghapus penetapan Suriah sebagai negara sponsor terorisme.
Ford menyampaikan pandangannya kepada RIA Novosti terkait kemungkinan kepentingan ekonomi dan pertahanan di balik keputusan Washington tersebut.
Ford Soroti Peluang Ekspor Senjata AS
"Penghapusan nama Suriah dari daftar negara sponsor terorisme membuka jalan bagi ekspor pertahanan AS, yang sebelumnya akan ilegal. Ini kemungkinan merupakan pertimbangan utama dalam pikiran AS," kata Ford.
Menurut Ford, perusahaan-perusahaan pertahanan AS telah menantikan peluang tersebut dengan perkiraan Suriah akan membeli senjata buatan Amerika Serikat dalam jumlah besar seperti sejumlah negara Arab lainnya.
Ford juga menilai sebagian besar dana yang mungkin diinvestasikan perusahaan-perusahaan AS di sektor minyak Suriah berpotensi digunakan untuk membeli persenjataan.
Hubungan Suriah dan Israel Turut Disorot
Ford turut mengaitkan kebijakan Washington terhadap Damaskus dengan hubungan Suriah dan Israel.
"Lebih dari itu, AS hanya tertarik untuk membuat Suriah tetap tunduk kepada Israel, sebuah tujuan yang tampaknya sangat mungkin tercapai mengingat sikap pasif Damaskus menghadapi pemboman Israel yang tidak diprovokasi terhadap pangkalan-pangkalan militer Suriah dan perebutan wilayah di kawasan Dataran Tinggi Golan, serta keinginan rezim yang dinyatakan secara terbuka untuk menormalisasi hubungan dengan Israel," tambah mantan diplomat itu.
Penghapusan status Suriah sebagai negara sponsor terorisme tersebut membuka babak baru kebijakan Amerika Serikat terhadap Damaskus setelah status itu sebelumnya membatasi sejumlah hubungan ekonomi dan pertahanan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



