
Pantau - Pendapatan Pusat Seni Pertunjukan John F. Kennedy di Washington, Amerika Serikat, dilaporkan turun tajam setelah dewan pengawas memutuskan mencantumkan nama Presiden AS Donald Trump pada lembaga tersebut.
Laporan The Washington Post pada Selasa (25/8/2026) yang mengutip sejumlah sumber dan dokumen rahasia menyebut pendapatan Kennedy Center diproyeksikan kurang hampir 100 juta dolar AS dari target yang ditetapkan.
Pendapatan komersial diperkirakan 70 persen di bawah target, sedangkan donasi diproyeksikan turun 25 persen sehingga lembaga tersebut menghadapi defisit anggaran sebesar 23 juta dolar AS.
"Donatur menghilang, penjualan tiket menghilang, artis menghilang - seolah-olah seperti terjadi hari kiamat," kata seorang pejabat kepada surat kabar tersebut.
Pengelola Kaitkan Masalah dengan Kepemimpinan Sebelumnya
Juru bicara Kennedy Center mengaitkan persoalan keuangan tersebut dengan kepemimpinan sebelumnya.
Juru bicara itu juga menyatakan nama baru justru menarik sponsor untuk mendukung renovasi pusat seni tersebut.
Sejumlah seniman dilaporkan membatalkan penampilan mereka setelah Trump menunjuk kepemimpinan baru untuk Kennedy Center.
Kennedy Center sendiri telah beroperasi sejak 1971 dan menjadi lokasi berbagai konser, pertunjukan, serta program seni.
Sejumlah tokoh ternama seperti Mstislav Rostropovich, Robert De Niro, dan Aretha Franklin pernah tampil di tempat tersebut.
Penggantian Nama Kennedy Center Berujung Sengketa Hukum
Pengadilan di Washington pada Mei 2026 memblokir upaya Trump mengganti nama Kennedy Center dengan namanya tanpa persetujuan Kongres.
Pengadilan juga memerintahkan nama Trump yang telah terpasang pada fasad gedung sejak Desember 2025 untuk dihapus.
Pemerintahan Trump kemudian mengajukan banding terhadap keputusan pengadilan tersebut.
Pengadilan turut melarang pemerintah AS mengalokasikan dana federal sebesar 257 juta dolar AS untuk proyek renovasi Kennedy Center yang direncanakan berlangsung selama dua tahun.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



