
Pantau - Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi bersama Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir menggelar perundingan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk membahas upaya penyelesaian konflik Iran-Amerika Serikat (AS) dan ketegangan yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Naqvi menyebut pertemuan tersebut berlangsung sangat positif dan produktif dengan pembahasan mencakup sejumlah langkah yang dapat ditempuh kedua pihak untuk mendorong penyelesaian konflik.
"Marsekal Lapangan Syed Asim Munir dan saya mengadakan pertemuan yang sangat positif dan produktif dengan Presiden Iran," tulis Naqvi di X, Selasa.
Pakistan Dorong Kembali MoU Islamabad
Dalam perundingan tersebut, Pakistan dan Iran membahas konflik Iran-AS, ketegangan di Timur Tengah, langkah selanjutnya, serta sejumlah tindakan yang diperlukan oleh kedua pihak.
Salah satu fokus pembicaraan adalah upaya menghidupkan kembali Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad sebagai bagian dari jalan menuju penyelesaian konflik secara menyeluruh.
"Pembahasan kami berfokus pada konflik Iran-AS, ketegangan di Timur Tengah dan langkah ke depan, serta langkah-langkah yang diperlukan oleh kedua pihak untuk menghidupkan kembali Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad, yang pada akhirnya akan mengarah pada penyelesaian konflik secara menyeluruh," imbuh Naqvi.
Menurut Naqvi, Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyampaikan berbagai kekhawatiran pemerintah Iran dalam pertemuan tersebut.
Pakistan berharap kemajuan signifikan yang dicapai dalam pembicaraan itu dapat membuka jalan bagi perkembangan diplomatik lebih lanjut hingga menghasilkan perdamaian yang langgeng di kawasan.
Konflik Iran-AS Belum Tuntas
Konflik Iran dengan AS berkaitan dengan eskalasi militer setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari.
Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah sasaran yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang ditujukan untuk menghentikan permusuhan antara kedua pihak.
Namun, tidak lama setelah nota kesepahaman tersebut ditandatangani, Iran dan AS kembali terlibat aksi saling serang sehingga konflik belum mendapatkan penyelesaian secara menyeluruh.
Meski saat ini disebut tidak terdapat permusuhan aktif antara kedua pihak, Amerika Serikat meningkatkan tekanan ekonomi melalui tekanan finansial terhadap Teheran sebagai upaya mendorong berakhirnya konflik.
- Penulis :
- Shila Glorya



