
Pantau - Chili, Argentina, Bolivia, dan Peru menandatangani deklarasi bersama pada Kamis (27/8/2026) untuk memperkuat kerja sama mineral strategis, khususnya tembaga dan litium, di tengah meningkatnya kebutuhan global untuk transisi energi dan industri maju.
Deklarasi tersebut ditujukan untuk mendorong investasi yang bertanggung jawab, memperkuat rantai pasok regional, serta meningkatkan kerja sama dalam informasi geologi, regulasi, dan pengembangan teknologi.
Keempat negara Amerika Selatan itu berupaya memanfaatkan cadangan mineral mereka sekaligus memperkuat posisi sebagai pemasok global sumber daya yang dibutuhkan dalam transisi energi.
Menteri Ekonomi dan Pertambangan Chili Daniel Mas memperkirakan perkembangan transisi energi dan kecerdasan buatan atau AI dapat meningkatkan permintaan global terhadap mineral kritis sebesar 400 hingga 600 persen dalam satu dekade mendatang.
Sekretaris Pertambangan Argentina Luis Lucero juga menyoroti potensi geologi kawasan dan menilai empat negara tersebut dapat memperkuat perannya dalam produksi tembaga dunia melalui proyek pertambangan jangka panjang.
Wakil Menteri Kebijakan, Regulasi, dan Pengawasan Pertambangan Bolivia Walter Landivar mengatakan tantangan kawasan adalah “mengubah sumber daya mineral menjadi peluang bagi produksi bernilai tambah lebih tinggi, pembangunan ekonomi, dan integrasi teknis.”
Deklarasi tersebut menetapkan mekanisme kerja sama dalam bidang informasi geologi, kebijakan pertambangan, standar regulasi, dan kriteria pengawasan dengan koordinasi lebih erat di antara empat negara.
Pemerintah Chili, Argentina, Bolivia, dan Peru juga sepakat membentuk kelompok kerja untuk mengembangkan berbagai inisiatif bersama, termasuk penelitian geologi, pelatihan khusus, dan pengembangan sumber daya manusia sektor pertambangan.
Kerja sama dengan lembaga multilateral turut didorong guna memperoleh dukungan teknis dan finansial bagi berbagai proyek mineral strategis.
Chili merupakan produsen tembaga terbesar dunia, sedangkan Argentina memiliki cadangan tembaga yang signifikan dan Bolivia menyimpan salah satu cadangan litium terbesar di dunia.
Peru juga termasuk produsen tembaga utama dunia sehingga empat negara tersebut memiliki posisi strategis dalam memenuhi peningkatan kebutuhan mineral global.
Tembaga, litium, dan mineral kritis lainnya semakin dibutuhkan untuk pengembangan energi terbarukan, kendaraan listrik, baterai, serta berbagai industri berteknologi maju.
Kesepakatan tersebut mencerminkan meningkatnya koordinasi negara-negara Amerika Selatan dalam kebijakan pertambangan dan upaya menarik investasi ketika permintaan global terhadap mineral strategis terus tumbuh.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




