HOME  ⁄  Geopolitik

Indonesia Mendorong ASEAN Memperkuat Perlindungan Pekerja Migran saat Krisis

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Indonesia Mendorong ASEAN Memperkuat Perlindungan Pekerja Migran saat Krisis
Foto: Ilustrasi AI Kerjasama ASEAN

Pantau - Indonesia mendorong negara-negara ASEAN memperkuat perlindungan kolektif terhadap pekerja migran, terutama ketika menghadapi situasi krisis, dalam Pertemuan Menteri Tenaga Kerja ASEAN ke-29 di Bangkok, Thailand, Rabu (26/8/2026).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya mekanisme perlindungan yang mampu memberikan respons nyata ketika pekerja migran menghadapi kondisi darurat.

"Prioritas saat ini adalah memastikan kerangka kerja yang kami kembangkan dapat memberikan perlindungan nyata ketika krisis benar-benar terjadi," kata Yassierli.

Berdasarkan data ASEAN periode 2024, sekitar tujuh juta pekerja migran bekerja di sesama negara ASEAN dengan Indonesia dan Filipina menjadi negara asal terbanyak, sedangkan Singapura dan Malaysia menjadi negara tujuan utama.

Indonesia Usulkan Tiga Prioritas Perlindungan Pekerja Migran

Indonesia menempatkan perlindungan pada masa krisis sebagai salah satu isu prioritas dengan mendorong pembangunan mekanisme perlindungan yang cepat serta penguatan koordinasi dan pertukaran informasi secara tepat waktu.

Prioritas kedua adalah memperkuat koordinasi lintas sektor dengan melibatkan urusan luar negeri, imigrasi, kebencanaan, kesehatan, dan sektor terkait lainnya.

Prioritas berikutnya adalah pemulihan pekerja migran dengan menjamin kepulangan yang aman serta memastikan pekerja dapat kembali mandiri di negara asal.

Pertemuan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja ASEAN di tengah perubahan teknologi dan transisi hijau.

ASEAN turut mendorong terciptanya pekerjaan yang layak dan inklusif serta memperkuat ketahanan tenaga kerja migran.

ASEAN Dorong Rekrutmen yang Adil dan Perlindungan Pekerja Anak

Sejumlah hasil pertemuan mencakup penguatan sertifikasi pekerja migran agar sesuai dengan kebutuhan industri serta pengembangan keterampilan hijau dan digital melalui kerja sama multipihak.

ASEAN juga mendorong pencegahan pekerja anak melalui penguatan kebijakan serta penerapan sistem rekrutmen tenaga kerja yang adil, transparan, dan berkelanjutan.

Keselamatan dan kesehatan kerja turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut, termasuk penguatan perlindungan bagi pekerja yang berada di sektor informal.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya negara-negara ASEAN meningkatkan kualitas tenaga kerja sekaligus memperkuat perlindungan pekerja migran menghadapi perubahan kondisi ekonomi, teknologi, dan dunia kerja.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026