
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim perusahaan-perusahaan Kanada mulai berbondong-bondong memindahkan kegiatan usahanya ke AS di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara kedua negara.
Trump menyampaikan klaim tersebut melalui platform media sosial Truth Social pada Minggu (30/8/2026), tetapi belum diketahui secara pasti perusahaan Kanada yang telah memulai relokasi maupun besaran modal yang dipindahkan ke AS.
"Perusahaan-perusahaan Kanada berbondong-bondong masuk ke Amerika Serikat. Kami ingin membuat mobil sendiri dan sebagainya. Itulah yang akan terjadi," tulis Trump.
Trump juga menegaskan Kanada telah "merugikan kami selama bertahun-tahun" dan menyatakan hubungan ekonomi kedua negara akan diubah secara mendasar.
Dalam unggahan terpisah, Trump menyerukan perusahaan-perusahaan Kanada yang menjalankan bisnis dengan AS untuk segera memindahkan kegiatan operasionalnya ke wilayah Amerika Serikat.
"Biarkan semua perusahaan Kanada yang berbisnis dengan Amerika pindah ke Amerika Serikat, segera," tulisnya.
Trump menjanjikan perusahaan yang melakukan relokasi tidak akan dikenai "tarif" dan berulang kali mendorong produsen memindahkan operasional ke AS untuk mendapatkan "tarif nol".
Trump juga menyebut Kanada sebagai "salah satu pihak yang paling banyak menyalahgunakan" AS dan mengatakan tidak lagi menginginkan kendaraan maupun komponen Kanada berada di pasar Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut muncul setelah AS menerapkan tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai 20 miliar dolar AS pada 22 Agustus 2026.
Trump juga mengarahkan penerapan tarif 50 persen terhadap seluruh mobil, truk, dan baja Kanada mulai 1 Januari 2027 dengan alasan kebijakan itu diperlukan untuk mengatasi defisit perdagangan lebih dari 60 miliar dolar AS.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menolak kebijakan Washington dengan menyebut tarif baru AS sebagai sebuah "salah perhitungan" dan upaya untuk "menyakiti dan memecah belah" Kanada.
Carney menyatakan Kanada "sedang berperang" dalam urusan perdagangan dan mengumumkan tarif balasan terhadap impor Amerika Serikat senilai 20 miliar dolar AS mulai 8 September 2026.
Ketegangan tersebut membuat hubungan perdagangan AS dan Kanada semakin memanas ketika kedua negara saling memberlakukan kebijakan tarif terhadap barang impor.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




