HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Mengecam Pembunuhan Dua Warga Palestina dan Mendesak Israel Mencegah Kekerasan di Tepi Barat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB Mengecam Pembunuhan Dua Warga Palestina dan Mendesak Israel Mencegah Kekerasan di Tepi Barat
Foto: (Sumber :Juru Bicara Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Stephane Dujarric saat mengadakan konferensi pers di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, (29/1/2026). (ANTARA/Anadolu/Selcuk Acar).)

Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam pembunuhan dua warga sipil Palestina di Tepi Barat yang diduduki serta mendesak otoritas Israel mencegah kekerasan lebih lanjut dan meminta pertanggungjawaban pihak yang terlibat.

Dua warga Palestina yang tewas di Desa Al-Mughayyir tersebut adalah Omar al-Naasan berusia 19 tahun dan Khalil Shehada berusia 16 tahun.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyebut pembunuhan kedua warga tersebut sebagai peristiwa mengejutkan.

"PBB mengecam pembunuhan warga sipil, khususnya warga sipil Palestina, ini," kata Dujarric kepada wartawan.

PBB juga menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap berlanjutnya kekerasan oleh pihak pendudukan yang menyasar warga sipil, harta benda, dan kehidupan masyarakat Palestina.

"Sudah menjadi tanggung jawab otoritas Israel untuk melakukan apa yang harus mereka lakukan guna memenuhi kewajibannya dan meminta pertanggungjawaban orang-orang yang terlibat atas kekerasan ini," tegasnya.

PBB Soroti Kondisi Kemanusiaan Gaza

Selain situasi di Tepi Barat, PBB menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza yang masih membutuhkan bantuan dan akses layanan kesehatan.

Tim PBB telah mengumpulkan ratusan paket bantuan kemanusiaan dari pos perbatasan Kerem Shalom yang berisi popok dewasa, tas sekolah, serta makanan untuk bayi dan anak-anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan PBB bersama mitranya telah mendukung evakuasi medis terhadap lebih dari 13.000 pasien dari Gaza sejak Oktober 2023.

Lebih dari 6.000 pasien yang dievakuasi tersebut merupakan anak-anak.

Ribuan pasien lainnya masih membutuhkan perawatan medis khusus yang tidak tersedia di Gaza.

WHO mendesak pembukaan kembali jalur rujukan melalui Tepi Barat, termasuk akses menuju rumah sakit di Yerusalem Timur.

WHO juga meminta ambulans dan peralatan medis yang saat ini dilarang memasuki Gaza untuk mendapatkan izin masuk.

Kepala Urusan Kemanusiaan PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki Muhannad Hadi mengatakan persiapan menghadapi musim hujan dan musim dingin menjadi salah satu prioritas selama kunjungan tiga harinya ke Gaza.

Upaya tersebut membutuhkan tambahan dukungan donor serta pencabutan pembatasan terhadap masuknya peralatan penting.

PBB Catat Peningkatan Kekerasan di Lebanon

Dujarric turut mengungkapkan Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) mencatat peningkatan kekerasan sepanjang Agustus.

UNIFIL mencatat 84 proyektil Israel pada Rabu (2/9), meningkat dibandingkan 56 proyektil sehari sebelumnya pada Selasa (1/9).

Pasukan penjaga perdamaian PBB disebut tidak mendeteksi peluncuran proyektil oleh Hizbullah sejak 21 Juni.

PBB kembali menyerukan pasukan Israel menarik diri dari posisi di utara Garis Biru dengan mengacu pada Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 serta penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026