HOME  ⁄  Geopolitik

Jepang Menemukan Virus PMK pada Daging Kambing Mentah yang Dibawa dari China

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Jepang Menemukan Virus PMK pada Daging Kambing Mentah yang Dibawa dari China
Foto: (Sumber :Arsip foto - Bendera nasional Jepang terlihat di depan sebuah gedung. ANTARA/Anadolu/aa..)

Pantau - Kementerian Pertanian Jepang menemukan virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada daging kambing mentah yang dibawa seorang penumpang dari China melalui Bandara New Chitose, Hokkaido.

Virus tersebut ditemukan setelah otoritas melakukan pemeriksaan karantina terhadap daging kambing yang dibawa penumpang penerbangan dari Beijing pada Januari 2026.

Kementerian Pertanian Jepang pada Kamis (10/9/2026) menyatakan temuan itu menjadi kasus pertama virus PMK terdeteksi dalam proses karantina produk hewan di negara tersebut.

Daging kambing mentah itu kemudian disita di perbatasan sehingga tidak berhasil masuk ke wilayah Jepang.

Daging Mentah Ditemukan dalam Barang Bawaan

Daging kambing mentah tersebut merupakan salah satu produk yang dilarang dibawa masuk oleh penumpang penerbangan dari Beijing.

Petugas menemukan daging itu di antara barang bawaan penumpang sebelum melakukan pemeriksaan untuk mengetahui keberadaan virus.

PMK tidak menginfeksi manusia, tetapi penyakit tersebut sangat menular pada hewan berkuku belah seperti sapi, babi, dan kambing.

Penyakit tersebut juga dapat menimbulkan dampak serius terhadap populasi ternak apabila menyebar.

Jepang pernah mengalami wabah PMK di Prefektur Miyazaki pada 2010 yang menyebabkan sekitar 300.000 hewan, termasuk sapi dan babi, dimusnahkan.

Jepang Peringatkan Risiko Wabah PMK

Jepang tidak lagi melaporkan wabah PMK sejak kejadian di Miyazaki pada 2010, meski penyakit tersebut masih ditemukan di sejumlah negara lain.

Kementerian Pertanian Jepang memperingatkan adanya "risiko sangat tinggi" terjadinya wabah PMK di dalam negeri.

Pemerintah Jepang karena itu menekankan pentingnya langkah pencegahan di perbatasan untuk menghalau masuknya penyakit tersebut melalui produk hewan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026