HOME  ⁄  Geopolitik

China Ancam Batalkan Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump jika AS Jual Senjata Baru ke Taiwan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

China Ancam Batalkan Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump jika AS Jual Senjata Baru ke Taiwan
Foto: Arsip - Presiden China Xi Jinping berbincang bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat melakukan pertemuan pribadi di Zhongnanhai, Beijing, ibu kota China, Jumat 15/5/2026 (sumber: Kementerian Luar Negeri China)

Pantau - China telah memberitahu Amerika Serikat bahwa Beijing berencana membatalkan pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump apabila Washington menyetujui penjualan senjata baru kepada Taiwan sebelum pertemuan kedua pemimpin yang dijadwalkan berlangsung pada akhir September 2026.

Sejumlah sumber yang mengetahui hubungan bilateral China-AS menyebut Beijing kembali menegaskan bahwa persoalan Taiwan merupakan "garis merah" dalam hubungan kedua negara.

Presiden AS Donald Trump disebut sangat mementingkan terlaksananya pertemuan puncak tersebut karena tampaknya ingin menunjukkan sejumlah pencapaian diplomatik menjelang pemilihan sela Kongres AS pada November 2026.

Trump mengatakan dirinya akan menjamu Xi bersama istrinya di Gedung Putih pada 24 September 2026 serta berencana mengadakan jamuan kenegaraan dalam kunjungan tersebut.

Namun, pemerintah China hingga saat ini belum mengumumkan secara resmi rencana kunjungan Xi Jinping ke Amerika Serikat.

Taiwan Menjadi Isu Utama Hubungan China-AS

China mengklaim Taiwan, sebuah pulau demokratis dengan pemerintahan sendiri, sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk menyatukan pulau tersebut kembali dengan China.

Persoalan Taiwan sebelumnya menjadi salah satu topik penting ketika Xi dan Trump bertemu di Beijing pada pertengahan Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Xi mengatakan kepada Trump bahwa Taiwan merupakan "isu terpenting" dalam hubungan China dan Amerika Serikat.

Xi juga memperingatkan adanya potensi konflik apabila persoalan Taiwan tidak ditangani dengan baik.

Pada saat itu, Trump mengatakan dalam sebuah wawancara televisi bahwa penjualan senjata kepada Taiwan dapat menjadi alat tawar-menawar yang sangat baik dalam hubungannya dengan China.

Pernyataan tersebut kemudian menimbulkan keraguan mengenai komitmen keamanan jangka panjang Washington terhadap para sekutunya di kawasan Asia.

Pada Desember 2025, pemerintahan Trump mengumumkan paket penjualan senjata kepada Taiwan senilai 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp193 triliun.

Paket tersebut disebut sebagai penjualan senjata terbesar yang pernah diberikan kepada Taiwan dan memicu reaksi keras dari China.

Iran, Perdagangan, dan Keamanan AI Masuk Agenda

Selain persoalan Taiwan, perang AS terhadap Iran kemungkinan menjadi salah satu agenda utama apabila pertemuan Xi dan Trump terlaksana.

Persoalan Iran dinilai penting dalam hubungan kedua negara karena China merupakan salah satu mitra ekonomi utama Teheran.

Perang yang dimulai Trump bersama Israel pada akhir Februari 2026 disebut masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.

Pemerintahan Trump telah mendesak China agar tidak melakukan kegiatan bisnis dengan Iran selama konflik tersebut berlangsung.

Meski terdapat perbedaan kepentingan antara kedua negara, salah satu sumber mengatakan, "China telah menunjukkan sikap kooperatif dan tidak menghambat dialog dengan Amerika Serikat."

Departemen Keuangan AS dan Departemen Perdagangan AS memimpin proses negosiasi Washington dengan Beijing.

Sejumlah persoalan ekonomi utama diperkirakan menjadi bagian dari pembahasan kedua pemimpin, termasuk kesepakatan untuk menurunkan tarif terhadap barang senilai 30 miliar dolar AS atau sekitar Rp528 triliun dari masing-masing pihak.

Selain perdagangan dan tarif, kedua negara diperkirakan membahas kerangka dialog mengenai keamanan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Menurut sumber-sumber yang mengetahui pembahasan tersebut, keamanan AI kemungkinan menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan Xi dan Trump.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026