
Pantau - Lebih dari 212.000 warga negara Rusia telah menggunakan hak suara dari luar negeri, termasuk lebih dari 200 orang di Jakarta, dalam pemilihan legislatif Duma atau majelis rendah parlemen Rusia hingga Minggu (20/9/2026) pukul 19.00 waktu Moskow.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Evgeny Ivanov mengatakan pemungutan suara telah berakhir dan proses penghitungan suara sedang berlangsung.
"Pemungutan suara telah berakhir dan penghitungan suara sedang berlangsung. Hingga pukul 19.00 hari ini, dengan memperhitungkan pemungutan suara awal dan pemungutan suara selama tiga hari, jumlah pemilih total melebihi 212.000. Menurut perkiraan kami, angka akhir pemungutan suara di luar negeri kali ini akan jauh melampaui angka pada pemilihan Duma sebelumnya," kata Wakil Menteri Luar Negeri Evgeny Ivanov.
Ivanov memproyeksikan jumlah akhir pemilih dari luar negeri akan melampaui sekitar 192.000 pemilih pada Pemilu Duma 2021.
Ivanov juga mengaitkan tingkat partisipasi tersebut dengan keaktifan politik dan kepercayaan warga Rusia terhadap sistem pemilu, meskipun menurutnya terdapat campur tangan, perang hibrida, serta pemberitaan negatif dari media Barat.
Lebih dari 200 Warga Rusia Mencoblos di Jakarta
Kedutaan Besar Rusia menyebut lebih dari 200 warga Rusia memberikan suara dalam pemilihan Duma di Jakarta.
Di Mesir, lebih dari 5.000 warga Rusia telah menggunakan hak pilih di tiga tempat pemungutan suara (TPS) hingga pukul 16.00 GMT, menurut Duta Besar Rusia untuk Mesir Artur Lukmanov.
Hampir 3.800 warga Rusia memberikan suara di TPS Kedutaan Besar Rusia di Yerevan, Armenia, sedangkan 2.619 pemilih menggunakan hak suara di sejumlah TPS di Kirgistan.
Kedutaan Besar Rusia menyebut lebih dari 2.000 warga Rusia mengikuti pemilu Duma di Uzbekistan.
Data Konsulat Jenderal Rusia mencatat lebih dari 1.700 warga Rusia memberikan suara di Dubai.
Pemungutan Suara Berlangsung Selama Tiga Hari
Lebih dari 650 warga Rusia tercatat memberikan suara di Bulgaria, sedangkan 585 orang mencoblos di Turkmenistan.
Di Iran, lebih dari 250 warga Rusia menggunakan hak suara melalui TPS yang tersebar di empat kota.
Pemilu Duma bersama sejumlah pemilihan lainnya berlangsung pada 18-20 September 2026.
Secara keseluruhan, sekitar 20.700 kursi parlemen dan jabatan terpilih disebut akan diisi melalui rangkaian pemilihan tersebut.
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut pemilihan parlemen tersebut sebagai peristiwa politik dalam negeri yang paling penting.
- Penulis :
- Aditya Yohan




