
Pantau - Jerman untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir menempati posisi ketiga sebagai negara pengekspor senjata terbesar dunia pada 2025 dengan mengungguli Prancis dan Korea Selatan.
Posisi tersebut berdasarkan studi Center for Analysis of World Arms Trade (CAWAT) yang dilaporkan RIA Novosti dari Moskow, Rabu (23/9/2026).
“Jerman menempati posisi ketiga pada 2025 untuk pertama kalinya, dengan nilai ekspor sebesar 8,903 miliar dolar AS (sekitar Rp158,9 triliun) atau 7,45 persen dari total ekspor senjata global. Ini merupakan rekor nilai ekspor militer dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap isi studi tersebut.
Ekspor Senjata Jerman Meningkat
Studi tersebut menyebut Jerman memasok persenjataan baru kepada negara-negara Eropa, terutama kendaraan lapis baja, untuk menggantikan peralatan militer lama yang telah dialihkan kepada angkatan bersenjata Ukraina.
Pada 2022, nilai ekspor senjata Jerman tercatat sebesar 3,503 miliar dolar AS atau sekitar Rp62,5 triliun, setara dengan 3,24 persen dari pasar global.
Nilai ekspor tersebut meningkat menjadi 5,493 miliar dolar AS atau sekitar Rp98,1 triliun pada 2023, dengan pangsa 6,01 persen dari pasar global.
Pada 2024, ekspor senjata Jerman tercatat sebesar 5,098 miliar dolar AS atau sekitar Rp91,1 triliun, setara dengan 5,31 persen dari pasar global.
Ekspor Empat Tahun Tembus Rp410,6 Triliun
Secara keseluruhan, Jerman mengekspor senjata senilai 22,996 miliar dolar AS atau sekitar Rp410,6 triliun dalam empat tahun terakhir.
Jumlah tersebut setara dengan 5,54 persen dari pasar senjata global selama periode tersebut.
Capaian kumulatif itu menempatkan Jerman pada posisi kelima dalam peringkat ekspor senjata selama empat tahun terakhir berdasarkan studi CAWAT.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




