
Pantau - Kementerian Pertahanan Jerman berencana memperluas penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara signifikan di bidang militer, termasuk mengizinkan sebagian penggunaan sistem tempur tanpa campur tangan langsung manusia.
Rencana tersebut dilaporkan portal Correctiv pada Rabu (23/9/2026) dengan mengutip dokumen angkatan bersenjata Jerman.
Berlin menyebut penggunaan AI diperlukan karena kecepatan respons manusia dinilai tidak memadai dalam situasi tertentu, termasuk ketika menghadapi serangan besar-besaran rudal atau drone menggunakan sistem otomatis berbasis kapal.
AI Direncanakan Bisa Menentukan Sasaran
Dokumen militer tersebut juga mencantumkan rencana pemberian kewenangan kepada AI untuk melakukan “rentetan tembakan ke posisi musuh” guna membantu prajurit yang terkepung.
Dalam skenario tersebut, sistem AI disebut dapat menentukan sendiri sasaran yang akan diserang tanpa campur tangan manusia.
Menurut laporan Correctiv, diplomasi Jerman juga mulai aktif mendorong penggunaan teknologi tersebut di tingkat internasional.
Industri Pertahanan Disebut Tertarik
Perusahaan dan konsorsium pertahanan terbesar Jerman disebut memiliki ketertarikan terhadap produksi sistem tempur otonom.
Rencana memperluas penggunaan AI di sektor militer tersebut turut memunculkan perhatian mengenai risiko penggunaan sistem otonom.
Sejumlah pakar yang dikutip dalam laporan memperingatkan bahwa ketergantungan terhadap sistem militer berbasis AI dapat menimbulkan konsekuensi serius.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




