
Pantau - Kepolisian anti-teror Inggris tengah menyelidiki kemungkinan keterkaitan Iran dengan lima orang yang ditahan terkait insiden di sekitar Pangkalan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford, meski hingga kini belum ada bukti yang menunjukkan hubungan tersebut.
Sky News melaporkan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah Iran memiliki keterkaitan dengan dugaan rencana yang melibatkan RAF Fairford, pangkalan yang digunakan pesawat pengebom strategis Amerika Serikat.
Namun, laporan tersebut tidak memerinci dasar dugaan keterkaitan dengan Iran.
Lima Orang Ditangkap terkait Dugaan Pelanggaran Bahan Peledak
Kepolisian Inggris sebelumnya mengumumkan penangkapan lima orang yang diduga melakukan pelanggaran berdasarkan Undang-Undang Bahan Peledak.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan lima orang tersebut telah diselidiki oleh badan intelijen AS.
Belum terdapat bukti yang menunjukkan keterkaitan antara orang-orang yang ditahan tersebut dan Iran berdasarkan laporan yang tersedia.
RAF Fairford merupakan pangkalan di Eropa yang digunakan pesawat pengebom strategis Amerika Serikat dan pernah menjadi titik peluncuran misi pengeboman terhadap Irak serta Yugoslavia.
Inggris Pernah Izinkan AS Gunakan RAF Fairford
Pada Maret 2026, otoritas Inggris mengizinkan Amerika Serikat menggunakan RAF Fairford untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Inggris menyatakan pesawat Amerika Serikat hanya dapat menggunakan pangkalan tersebut untuk operasi yang bersifat “defensif”.
Aksi protes terhadap operasi militer Amerika Serikat juga sebelumnya berlangsung di sekitar pangkalan tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan




