HOME  ⁄  Geopolitik

Malaysia Mulai Pulangkan 1.476 Pengungsi Myanmar pada Tahap Pertama

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Malaysia Mulai Pulangkan 1.476 Pengungsi Myanmar pada Tahap Pertama
Foto: (Sumber :Anak imigran etnik Rohingya asal Myanmar yang terdampar di Kabupaten Aceh Selatan menggunakan angkutan jenis truk saat tiba di Banda Aceh, Aceh, Kamis (7/11/2024). ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/Spt. (ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA).)

Pantau - Malaysia memulai pemulangan tahap pertama sebanyak 1.476 pengungsi Myanmar ke negara asalnya pada Selasa (29/9/2026) setelah melalui proses yang disepakati kedua negara.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pemulangan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan Malaysia dan Myanmar untuk memulangkan total 5.000 pengungsi secara sukarela dan bertahap.

"Hari ini, sebanyak 1.476 pengungsi memulai pemulangan fase pertama setelah melalui proses yang disepakati kedua negara," jelas Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Menurut Anwar, pemerintah Malaysia mengambil langkah yang lebih terstruktur dalam menangani persoalan pengungsi Myanmar.

"Pemerintahan MADANI mengambil langkah untuk menangani persoalan ini secara lebih terstruktur, termasuk melalui penegakan hukum, koordinasi antarlembaga, serta kerja sama dengan negara asal," jelas Anwar.

Malaysia Targetkan 5.000 Pengungsi Dipulangkan

Anwar menyatakan persoalan pengungsi Myanmar bukan isu baru bagi Malaysia, tetapi telah berlangsung selama puluhan tahun.

Menurut dia, persoalan tersebut memberikan tekanan terhadap Malaysia dari aspek keamanan, sosial, dan pengelolaan.

Pemerintah Malaysia menyatakan penanganan pengungsi Myanmar dilakukan berdasarkan hukum dan nilai kemanusiaan dengan tetap memprioritaskan keamanan serta kepentingan masyarakat Malaysia.

Pemulangan tahap pertama menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menangani persoalan tersebut melalui koordinasi antarlembaga dan kerja sama dengan Myanmar.

Kelompok HAM Soroti Kondisi Myanmar

Rencana pemulangan pengungsi tersebut sebelumnya mendapat peringatan dari sejumlah kelompok hak asasi manusia yang menilai kondisi Myanmar belum aman bagi pengungsi.

Di Malaysia, gesekan antara sebagian pengungsi Myanmar, termasuk kelompok Rohingya, dengan masyarakat lokal juga dilaporkan terjadi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026