HOME  ⁄  Geopolitik

Uni Eropa Beri Eksportir Tambahan Waktu Satu Tahun untuk Aturan Metana demi Tekan Biaya Energi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Uni Eropa Beri Eksportir Tambahan Waktu Satu Tahun untuk Aturan Metana demi Tekan Biaya Energi
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Uni Eropa. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu).)

Pantau - Uni Eropa (EU) akan memberikan fleksibilitas tambahan selama satu tahun kepada eksportir bahan bakar fosil dalam penerapan aturan metana sebagai langkah untuk meringankan biaya di tengah tekanan yang melanda pasar energi Eropa.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyampaikan kebijakan tersebut saat berbicara di hadapan Parlemen Eropa di Strasbourg, Selasa (6/10/2026).

"Kami akan memberikan fleksibilitas kepada eksportir selama satu tahun lagi terkait aturan metana," ujar von der Leyen.

Von der Leyen menambahkan kebijakan tersebut akan "menghemat biaya tambahan di masa krisis."

Regulasi metana EU dirancang untuk menekan emisi metana dari sektor energi, termasuk bahan bakar fosil yang diproduksi di dalam blok tersebut serta minyak, gas alam, dan batu bara impor.

Aturan Dijadwalkan Berlaku Mulai 2027

Berdasarkan jadwal penerapan saat ini, importir mulai 1 Januari 2027 seharusnya dapat menunjukkan bahwa emisi metana dari produksi bahan bakar fosil dalam kontrak terkait telah dipantau, dilaporkan, dan diverifikasi secara independen sesuai standar yang setara dengan aturan EU.

Fleksibilitas tambahan ditawarkan ketika Eropa menghadapi kenaikan biaya energi yang memberikan tekanan terhadap masyarakat dan dunia usaha.

Von der Leyen menyebut harga gas telah melonjak 140 persen sejak akhir Februari, sedangkan harga diesel naik dua kali lipat.

Impor bahan bakar fosil juga disebut membebani Eropa dengan biaya tambahan sebesar 100 miliar euro atau sekitar Rp2.011 triliun tanpa menghasilkan tambahan pasokan energi.

"Keluarga dan industri harus menanggung dampak krisis yang terjadi jauh di luar perbatasan kita... Dunia usaha berada di bawah tekanan berat. Masyarakat kesulitan membayar tagihan mereka. Dan situasi ini bisa semakin parah menjelang musim dingin," kata von der Leyen.

Eropa Dorong Peralihan ke Energi Bersih

Pihak eksekutif EU berencana menggelar dialog strategis mengenai kilang minyak Eropa dan membentuk gugus tugas baru untuk mengonsolidasikan permintaan energi serta memfasilitasi pengadaan bersama.

Von der Leyen menegaskan strategi jangka panjang Eropa tetap diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

"Selama Eropa bergantung pada minyak dan gas, kesejahteraan kita akan terus rentan terhadap peristiwa di luar kendali kita. Saat kita mengimpor bahan bakar fosil, kita juga mengimpor guncangan dan krisis yang menyertainya," tegas von der Leyen.

Menurut von der Leyen, Eropa perlu beralih dari penggunaan bahan bakar fosil menuju listrik bersih yang diproduksi di wilayahnya sendiri.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026