HOME  ⁄  Geopolitik

Ancaman Serangan Houthi Meningkat, Kedubes AS Peringatkan Risiko Pembatalan Penerbangan dan Penutupan Wilayah Udara Arab Saud

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Ancaman Serangan Houthi Meningkat, Kedubes AS Peringatkan Risiko Pembatalan Penerbangan dan Penutupan Wilayah Udara Arab Saud
Foto: (Sumber :Asap mengepul setelah serangan udara di Bandara Internasional Sanaa di Sanaa, Yaman, pada 13 Juli 2026. Televisi Al-Masirah yang dikelola Houthi mengatakan bahwa Arab Saudi melancarkan sejumlah serangan udara di landasan pacu Bandara Internasional Sanaa di ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi. /ANTARA/Xinhua/HO Houthi Media Center.)

Pantau - Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi mengeluarkan peringatan keamanan kepada warga negaranya terkait potensi pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan menyusul meningkatnya ancaman kelompok Houthi terhadap sejumlah bandara di Arab Saudi.

Peringatan tersebut disampaikan pada Rabu (7/10/2026) di tengah ancaman terbuka kelompok Houthi terhadap fasilitas penerbangan dan wilayah udara Arab Saudi.

Kedutaan Besar AS meminta warga Amerika meningkatkan kewaspadaan serta memantau perkembangan situasi keamanan sebelum melakukan perjalanan.

“Warga AS harus meningkatkan kewaspadaan. Warga AS perlu mewaspadai kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan,” kata kedutaan dalam pernyataan resminya.

Kedubes AS Minta Warga Periksa Jadwal Penerbangan

Kedutaan Besar AS mengingatkan warga negaranya agar tidak hanya mengandalkan jadwal perjalanan yang telah direncanakan sebelumnya.

Warga AS diminta memeriksa langsung status penerbangan kepada maskapai dan pihak bandara sebelum berangkat.

Imbauan tersebut dikeluarkan karena situasi keamanan yang berkembang berpotensi memengaruhi operasional penerbangan dan transportasi di Arab Saudi.

Peringatan itu juga berkaitan dengan ancaman kelompok Houthi terhadap bandara dan wilayah udara negara tersebut.

Pegawai Pemerintah AS Dilarang Mendekati Perbatasan Yaman

Selain mengeluarkan peringatan penerbangan, Kedutaan Besar AS meminta warga negaranya menghindari kawasan perbatasan Arab Saudi dengan Yaman.

Wilayah tersebut dinilai memiliki risiko keamanan akibat konflik bersenjata yang kembali meningkat.

“Pegawai pemerintah AS yang bekerja di Arab Saudi tidak diperbolehkan bepergian dalam jarak 20 mil atau 32 kilometer dari perbatasan Yaman karena risiko keselamatan,” demikian pernyataan tersebut.

Kedutaan juga menetapkan persyaratan izin khusus bagi pegawai pemerintah AS yang hendak melakukan perjalanan ke sejumlah wilayah di Arab Saudi.

Wilayah yang memerlukan izin khusus tersebut meliputi:

  • Provinsi Jizan.
  • Provinsi Asir.
  • Provinsi Najran.
  • Kota Qatif.
  • Kota Yanbu.
  • Kota Taif.

Pembatasan tersebut diberlakukan sebagai bagian dari langkah pengamanan terhadap pegawai pemerintah AS yang bertugas di Arab Saudi.

Houthi Klaim Serang Bandara Riyadh dan Abha

Peringatan keamanan AS muncul setelah kelompok Houthi mengklaim melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas penting di Arab Saudi pada awal pekan ini.

Kelompok tersebut menyatakan telah menyerang bandara di Riyadh serta Kota Abha yang berada di wilayah selatan Arab Saudi.

Selain fasilitas penerbangan, Houthi juga mengklaim menyerang kilang minyak milik perusahaan minyak dan gas negara Arab Saudi, Saudi Aramco, di Jeddah.

Klaim serangan tersebut disampaikan ketika ketegangan militer antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali meningkat.

Konflik Yaman Kembali Memanas Sejak Juli 2026

Bentrokan antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali terjadi pada pertengahan Juli 2026 setelah jeda selama empat tahun.

Sejak pertempuran kembali berlangsung, kelompok Houthi dilaporkan berhasil menguasai seluruh kawasan pantai barat Laut Merah.

Kelompok tersebut juga disebut telah menguasai sejumlah kota yang berada di sekitar Selat Bab al-Mandab.

Perkembangan konflik itu diikuti ancaman serangan terhadap fasilitas penerbangan dan infrastruktur di Arab Saudi.

Kedutaan Besar AS mengimbau warga negaranya untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memeriksa informasi penerbangan, dan menghindari kawasan yang memiliki risiko keamanan tinggi.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026