
Pantau - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak seluruh pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata di Yaman untuk menahan diri dan mencegah eskalasi lebih lanjut menyusul meningkatnya serangan militer, termasuk serangan kelompok Houthi terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi.
Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menegaskan bahwa seluruh pihak wajib mematuhi hukum humaniter internasional dan menghindari serangan terhadap warga sipil maupun fasilitas sipil.
“Kami sekali lagi menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri, mendesak untuk menjunjung tinggi kewajiban mereka berdasarkan hukum kemanusiaan internasional, dan menahan diri dari serangan langsung terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil,” kata Dujarric dalam konferensi pers di New York, Rabu (7/10/2026).
PBB Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi
Dujarric mengatakan PBB mengecam serangan yang dilakukan kelompok Houthi dari Yaman terhadap wilayah Arab Saudi.
Kecaman tersebut mencakup laporan serangan pada Rabu (7/10/2026) di sekitar Bandara Internasional Raja Khalid, Riyadh.
PBB kembali mengingatkan seluruh pihak yang bertikai untuk menghormati kewajiban perlindungan warga sipil dan infrastruktur sipil berdasarkan hukum humaniter internasional.
Seruan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan militer antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi.
Houthi Klaim Serang Bandara dan Kilang Minyak Saudi Aramco
Pada awal pekan ini, kelompok Houthi mengklaim telah melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas di Arab Saudi.
Sasaran yang disebut kelompok tersebut meliputi bandara di Riyadh dan Kota Abha yang berada di wilayah selatan Arab Saudi.
Houthi juga mengklaim menyerang kilang minyak milik perusahaan minyak dan gas negara Arab Saudi, Saudi Aramco, di Jeddah.
Klaim serangan tersebut muncul ketika konflik bersenjata di Yaman kembali meningkat setelah sempat mengalami jeda selama beberapa tahun.
Bentrokan di Yaman Kembali Pecah Sejak Juli 2026
Bentrokan militer antara kelompok Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi kembali terjadi pada pertengahan Juli 2026.
Pertempuran tersebut pecah setelah kedua pihak mengalami jeda bentrokan selama sekitar empat tahun.
Sejak konflik kembali berlangsung, kelompok Houthi dilaporkan berhasil menguasai seluruh kawasan pantai barat Laut Merah.
Kelompok tersebut juga disebut telah menguasai sejumlah kota yang berada di dekat Selat Bab al-Mandab.
Perkembangan konflik tersebut menjadi latar belakang seruan PBB agar seluruh pihak menghentikan tindakan yang berpotensi memperluas pertempuran.
PBB menegaskan pentingnya menahan diri dan mematuhi hukum humaniter internasional untuk mencegah meningkatnya ancaman terhadap keselamatan masyarakat sipil.
- Penulis :
- Aditya Yohan




