HOME  ⁄  Geopolitik

Serangan Houthi Tewaskan 3 Orang dan Lukai 36 Warga di Arab Saudi, GCC Desak Respons Tegas Internasional

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Serangan Houthi Tewaskan 3 Orang dan Lukai 36 Warga di Arab Saudi, GCC Desak Respons Tegas Internasional
Foto: (Sumber :Arsip foto - Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Mohamed Albudaiwi. /Anadolu Agency/pri.)

Pantau - Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mendesak masyarakat internasional mengambil tindakan tegas terhadap serangan kelompok Houthi Yaman yang menargetkan dua bandara di Arab Saudi dan mengakibatkan tiga orang tewas serta 36 lainnya terluka.

Sekretaris Jenderal GCC Jasem Albudaiwi mengecam serangan terhadap Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang terjadi pada Selasa dan Rabu (6–7/10/2026).

Albudaiwi menilai serangan terhadap fasilitas penerbangan sipil merupakan peningkatan ketegangan yang membahayakan keselamatan masyarakat dan keamanan kawasan.

GCC menyerukan respons internasional yang “tegas dan memberikan efek jera” untuk mencegah serangan serupa kembali terjadi.

Serangan Houthi di Dua Bandara Saudi Tewaskan Tiga Orang

Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi melaporkan bahwa serangan terhadap Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid menyebabkan korban jiwa dan luka-luka.

Berdasarkan keterangan otoritas penerbangan Arab Saudi, jumlah korban dalam serangan tersebut meliputi:

Tiga orang meninggal dunia.

Sebanyak 36 orang mengalami luka-luka.

Serangan tersebut terjadi pada Selasa dan Rabu ketika ketegangan antara kelompok Houthi dan koalisi militer pimpinan Arab Saudi kembali meningkat.

Albudaiwi menyatakan bahwa serangan terhadap bandara sipil membahayakan penumpang, pekerja bandara, serta masyarakat lainnya.

Ia menyebut tindakan tersebut sebagai “eskalasi berbahaya” dan pelanggaran terhadap hukum serta norma internasional.

GCC Minta Dunia Internasional Cegah Serangan Lanjutan

Sekretaris Jenderal GCC meminta masyarakat internasional mengambil sikap yang mampu mencegah kelompok Houthi melancarkan serangan lebih lanjut.

Menurutnya, serangan terhadap fasilitas sipil tidak hanya mengancam keamanan Arab Saudi, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas kawasan dan internasional.

GCC menegaskan bahwa perlindungan terhadap warga sipil dan fasilitas penerbangan harus menjadi perhatian dalam merespons peningkatan konflik.

Albudaiwi juga menyampaikan dukungan penuh negara-negara anggota GCC terhadap langkah Arab Saudi dalam menjaga keamanan nasional.

Ia menegaskan bahwa negara-negara anggota GCC berdiri “sebagai satu kesatuan” bersama Arab Saudi.

Dukungan tersebut mencakup langkah Riyadh untuk melindungi wilayah, keamanan, dan kedaulatan negaranya.

Koalisi Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi di Riyadh

Di tengah meningkatnya serangan, koalisi militer pimpinan Arab Saudi di Yaman melaporkan keberhasilan mencegat sebuah rudal balistik pada Rabu (7/10/2026) pagi.

Rudal tersebut disebut diluncurkan kelompok Houthi menuju wilayah utara Riyadh.

Koalisi menyatakan rudal balistik itu berhasil dicegat dan dihancurkan sebelum mencapai sasaran.

Insiden tersebut menambah rangkaian serangan yang terjadi ketika pertempuran di Yaman kembali meningkat.

Pada saat yang sama, koalisi pimpinan Arab Saudi juga meningkatkan operasi militer terhadap posisi kelompok Houthi.

Konflik Arab Saudi dan Houthi Berlangsung Sejak 2015

Arab Saudi memimpin koalisi militer yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional dalam menghadapi kelompok Houthi sejak Maret 2015.

Konflik tersebut kembali mengalami peningkatan ketegangan seiring serangan Houthi terhadap sejumlah wilayah dan fasilitas di Arab Saudi.

Serangan terhadap dua bandara serta peluncuran rudal balistik menuju Riyadh menjadi bagian dari perkembangan keamanan yang mendapat perhatian GCC.

GCC menyatakan solidaritas penuh kepada Arab Saudi dan mendukung tindakan yang diperlukan untuk menjaga keselamatan warga serta mempertahankan kedaulatan negara tersebut.

Organisasi itu juga menegaskan pentingnya respons internasional untuk mencegah serangan lanjutan yang dapat memperburuk keamanan kawasan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026