HOME  ⁄  Geopolitik

Norwegia Minta Bantuan AS Selidiki Dugaan Korupsi Mantan Sekjen Majelis Eropa Thorbjorn Jagland Terkait Dokumen Epstein

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Norwegia Minta Bantuan AS Selidiki Dugaan Korupsi Mantan Sekjen Majelis Eropa Thorbjorn Jagland Terkait Dokumen Epstein
Foto: (Sumber :Ilustrasi dokumen Epstein. /ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Otoritas Norwegia meminta bantuan hukum resmi kepada Amerika Serikat (AS) untuk menyelidiki dugaan korupsi yang melibatkan mantan Sekretaris Jenderal Majelis Eropa, Thorbjorn Jagland, setelah namanya menjadi perhatian menyusul publikasi dokumen terkait mendiang Jeffrey Epstein.

Permintaan tersebut diajukan oleh Otoritas Nasional Norwegia untuk Investigasi dan Penuntutan Kejahatan Ekonomi dan Lingkungan (Okokrim) sebagai bagian dari penyelidikan yang telah berlangsung sejak awal Februari 2026.

Jaksa Okokrim Anne Allum mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengirimkan permohonan bantuan kepada otoritas Amerika Serikat untuk mendukung proses penyelidikan.

"Saya dapat memastikan bahwa Okokrim telah mengirimkan permohonan hukum resmi kepada otoritas AS untuk meminta bantuan terkait proses penyelidikan di AS," kata Allum kepada portal berita Nettavisen, Rabu (7/10/2026).

Jagland Diselidiki Setelah Publikasi Dokumen Epstein

Penyelidikan terhadap Thorbjorn Jagland dimulai pada awal Februari 2026 atas dugaan korupsi yang mencuat setelah dokumen pengadilan terkait Jeffrey Epstein dipublikasikan.

Dokumen tersebut dikenal sebagai Epstein files dan memuat berbagai materi yang berkaitan dengan kasus Epstein.

Jagland merupakan politikus senior Norwegia yang pernah menduduki sejumlah jabatan penting di pemerintahan dan lembaga internasional.

Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Norwegia pada 1996 hingga 1997.

Selain itu, Jagland pernah menjadi Sekretaris Jenderal Majelis Eropa selama periode 2009 hingga 2019.

Otoritas Norwegia kini berupaya memperoleh bantuan dari Amerika Serikat untuk mendukung pengumpulan informasi dalam penyelidikan tersebut.

Dua Mantan Diplomat Norwegia Juga Diselidiki

Selain kasus Jagland, Okokrim sebelumnya telah mengirimkan permohonan bantuan hukum kepada Amerika Serikat terkait penyelidikan terhadap dua mantan diplomat Norwegia.

Kedua mantan diplomat tersebut adalah Mona Juul dan Terje Rod-Larsen.

Penyelidikan terhadap keduanya berkaitan dengan dugaan hubungan mereka dengan Jeffrey Epstein.

Jaksa Senior Okokrim Marianne Bender mengatakan pihaknya belum menerima tanggapan dari otoritas Amerika Serikat mengenai permohonan bantuan yang telah diajukan sebelumnya.

Menurut Bender, permohonan tersebut masih berada dalam tahap peninjauan.

Belum ada informasi mengenai kapan otoritas Amerika Serikat akan memberikan tanggapan atas permintaan bantuan hukum tersebut.

Amerika Serikat Rilis Lebih dari 3,5 Juta Dokumen Epstein

Kasus Jeffrey Epstein kembali menjadi perhatian setelah pemerintah Amerika Serikat merilis sejumlah besar dokumen yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Pada 30 Januari 2026, Todd Blanche, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung AS, mengumumkan bahwa seluruh materi dan dokumen terkait kasus Epstein telah dirilis kepada publik.

Total volume data yang diungkap melalui perilisan tersebut mencapai lebih dari 3,5 juta dokumen.

Publikasi dokumen itu menjadi salah satu latar belakang munculnya penyelidikan terhadap sejumlah tokoh, termasuk Jagland.

Jeffrey Epstein sebelumnya didakwa dalam kasus perdagangan seks anak di bawah umur pada 2019.

Ia ditemukan meninggal dunia di dalam tahanan pada Agustus 2019.

Hasil penyelidikan otoritas Amerika Serikat menyimpulkan bahwa Epstein meninggal akibat bunuh diri.

Hingga kini, penyelidikan Norwegia terhadap Jagland masih berlangsung dan permintaan bantuan hukum kepada Amerika Serikat telah diajukan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026