HOME  ⁄  Geopolitik

Palestina Siap Gelar Pemilu Parlemen Pertama dalam 20 Tahun pada 28 November 2026, Gaza Hadapi Kendala Logistik

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Palestina Siap Gelar Pemilu Parlemen Pertama dalam 20 Tahun pada 28 November 2026, Gaza Hadapi Kendala Logistik
Foto: Cahaya kemerahan matahari terbenam menyinari Masjid Kubah Batu di kompleks Masjid Al-Aqsa, dilihat dari Bukit Zaitun di Yerusalem pada 20 Agustus 2026 (sumber: Anadolu Agency/Mostafa Alkharouf)

Pantau - Komisi Pemilihan Umum Pusat Palestina menyatakan kesiapan untuk menyelenggarakan pemilihan umum (pemilu) parlemen di Jalur Gaza pada 28 November 2026, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan teknis dan logistik dalam persiapan pemungutan suara.

Pemilu tersebut akan menjadi pemilihan parlemen pertama Palestina dalam sekitar dua dekade setelah pemilihan terakhir digelar pada 2006, ketika kelompok Hamas berhasil memperoleh mayoritas kursi di parlemen Palestina.

Direktur Regional Komisi Pemilu Palestina di Gaza, Jamil Al-Khaldi, menyampaikan kesiapan tersebut dalam keterangannya kepada kantor berita RIA Novosti pada Kamis.

Penyelenggaraan pemilu ini merupakan tindak lanjut dari dekret Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang diterbitkan pada Juli 2026 untuk menyerukan pelaksanaan pemilihan parlemen pada 28 November 2026.

Komisi Pemilu Palestina Pastikan Petugas di Gaza Siap Gelar Pemungutan Suara

Jamil Al-Khaldi menegaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum Pusat Palestina memiliki sumber daya manusia berpengalaman yang siap menjalankan seluruh tahapan pemilihan sesuai jadwal.

Menurutnya, staf komisi pemilu yang ditempatkan di Jalur Gaza telah memiliki kemampuan dan kesiapan untuk melaksanakan proses pemilihan parlemen pada akhir November mendatang.

"Komisi Pemilihan Umum Pusat memiliki staf berpengalaman yang ditempatkan di Jalur Gaza yang sepenuhnya siap menyelenggarakan pemilu sesuai jadwal pada akhir November," tambah Al-Khaldi.

Meski kesiapan petugas telah dipastikan, penyelenggaraan pemilu di Jalur Gaza masih menghadapi sejumlah persoalan yang perlu diselesaikan sebelum hari pemungutan suara.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi penyelenggara adalah pengiriman perlengkapan pemilu, termasuk kotak suara, tinta pemilu, dan surat suara yang dibutuhkan dalam proses pemungutan suara.

Hambatan distribusi perlengkapan tersebut menjadi perhatian komisi pemilu karena seluruh kebutuhan logistik harus tersedia agar pelaksanaan pemilihan dapat berlangsung sesuai jadwal.

Al-Khaldi menjelaskan bahwa Komisi Pemilihan Umum Pusat Palestina telah menyiapkan sejumlah solusi alternatif untuk mengantisipasi kesulitan pengiriman perlengkapan pemungutan suara.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan penyelenggara untuk memastikan kebutuhan teknis pemilu tetap dapat dipenuhi meskipun menghadapi hambatan logistik.

Delapan Daftar Kandidat Telah Diterima, Tahapan Pencalonan Masih Berlangsung

Sementara itu, proses persiapan pemilu parlemen Palestina telah memasuki tahapan nominasi dan pendaftaran bakal calon anggota parlemen.

Komisi Pemilihan Umum Pusat Palestina masih melaksanakan proses pendaftaran kandidat yang akan bersaing dalam pemilihan parlemen pada 28 November 2026.

Al-Khaldi menyampaikan bahwa hingga keterangannya diberikan, penyelenggara pemilu telah menerima delapan daftar yang memuat nama-nama kandidat peserta pemilihan parlemen.

Jumlah tersebut merupakan daftar kandidat yang telah diterima selama proses nominasi dan pendaftaran yang masih berlangsung.

Setelah seluruh tahapan pencalonan dan pendaftaran bakal calon selesai, proses pemilu akan dilanjutkan dengan tahapan kampanye.

Al-Khaldi menjelaskan bahwa kegiatan kampanye baru akan dimulai setelah proses pencalonan yang sedang berlangsung diselesaikan.

Pemilihan parlemen pada November mendatang menjadi agenda penting dalam proses politik Palestina karena pemilu legislatif terakhir diselenggarakan pada 2006.

Pada pemilihan tersebut, Hamas berhasil memenangkan mayoritas kursi parlemen Palestina, sementara pemilihan parlemen berikutnya belum terlaksana selama sekitar 20 tahun.

Dengan kesiapan sumber daya manusia, berlangsungnya pendaftaran kandidat, serta penyusunan solusi alternatif untuk mengatasi hambatan logistik, Komisi Pemilihan Umum Pusat Palestina menyatakan siap melaksanakan pemilihan parlemen di Jalur Gaza sesuai jadwal pada 28 November 2026.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026