
Pantau - Pemerintah Belanda menegaskan tidak ingin lagi bergantung pada Amerika Serikat (AS) sebagai pelindung utama dalam bidang pertahanan dan berencana meningkatkan kemampuan militernya secara mandiri dalam empat tahun ke depan.
Menteri Pertahanan Belanda Dilan Yesilgoz-Zegerius menyampaikan sikap tersebut dalam Forum Keamanan Warsawa, Senin (12/10/2026).
Pernyataan itu sejalan dengan strategi keamanan internasional baru Belanda yang menargetkan pengurangan ketergantungan terhadap AS dalam sektor pertahanan.
“Kami tidak lagi bersikap naif dan tidak lagi bergantung pada Amerika Serikat sebagai pelindung kami. Siapa pun yang menempati Gedung Putih saat ini, kami harus mampu membela diri sendiri," kata Yesilgoz-Zegerius.
Belanda Targetkan Kemandirian Pertahanan dalam Empat Tahun
Pemerintah Belanda telah memaparkan strategi keamanan internasional baru pada musim panas 2026 sebagai dasar perubahan kebijakan pertahanannya.
Melalui strategi tersebut, Belanda berencana mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat dalam kurun waktu empat tahun.
Kebijakan itu menekankan pentingnya kemampuan negara untuk mempertahankan diri tanpa sepenuhnya mengandalkan perlindungan militer Washington.
Yesilgoz-Zegerius menegaskan bahwa kesiapan pertahanan Belanda tidak boleh bergantung pada siapa pun yang sedang menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut menunjukkan arah kebijakan pemerintah Belanda yang ingin memperkuat kemampuan pertahanan nasional.
Uni Eropa Dorong Penggunaan Persenjataan Buatan Eropa
Upaya Belanda mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat berlangsung di tengah dorongan Uni Eropa untuk memperkuat industri pertahanan kawasan.
Komisi Eropa bersama negara-negara anggota Uni Eropa tengah mendorong peningkatan penggunaan persenjataan buatan Eropa dalam pengadaan kebutuhan militer.
Langkah tersebut bertujuan mengurangi ketergantungan negara-negara Eropa terhadap pasokan persenjataan dari Amerika Serikat.
Penguatan industri pertahanan Eropa menjadi salah satu pendekatan untuk meningkatkan kemampuan kawasan dalam memenuhi kebutuhan militernya sendiri.
Pentagon Disebut Menentang Kebijakan Pengadaan Senjata Eropa
Menurut laporan Euronews pada September 2026, Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon menentang pendekatan yang mengutamakan persenjataan produksi Eropa.
Sikap tersebut muncul ketika pemerintah Amerika Serikat juga meminta negara-negara Eropa yang tergabung dalam Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) meningkatkan anggaran pertahanan masing-masing.
Dorongan peningkatan belanja pertahanan itu berjalan bersamaan dengan upaya Uni Eropa memperbesar porsi pengadaan senjata dari industri dalam kawasan.
Di tengah perkembangan tersebut, Belanda menegaskan komitmennya untuk membangun kemampuan pertahanan yang lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




