
Pantau - Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Angkatan Bersenjata Australia (ADF) menggelar Latihan Gabungan Keris Woomera 26 di Banyuwangi, Jawa Timur, pada 13–20 Oktober 2026 dengan melibatkan sekitar 2.235 personel untuk meningkatkan kemampuan operasi militer bersama dan memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara.
Latihan bilateral tersebut melibatkan sekitar 1.235 personel TNI dan 1.000 personel ADF dengan sejumlah kegiatan, termasuk pendaratan amfibi, latihan tembak langsung, serta operasi maritim terpadu.
Komandan Operasi Gabungan ADF Laksamana Madya Justin Jones menyatakan latihan tersebut menjadi bagian penting dalam mempererat hubungan pertahanan Indonesia dan Australia.
"Kemampuan kami untuk bekerja sama dalam latihan ini memperkuat kemitraan yang mendalam dan telah lama terjalin dengan Indonesia yang didasari oleh kepercayaan, saling menghormati, dan kerja sama yang erat," kata Jones dalam siaran pers Kedutaan Besar Australia yang diterima di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Latihan Keris Woomera 26 Libatkan Ribuan Personel Militer
Latihan Gabungan Keris Woomera 26 menjadi salah satu agenda kerja sama pertahanan Indonesia dan Australia yang dilaksanakan di wilayah Jawa Timur.
Kegiatan tersebut melibatkan unsur militer dari kedua negara untuk menguji kemampuan koordinasi dan pelaksanaan operasi gabungan.
Jones mengatakan Indonesia merupakan mitra strategis bagi Australia dalam membangun kemampuan pertahanan bersama.
"Indonesia adalah mitra yang penting dan langgeng bagi Australia, dan ini menjadi sangat berarti di mana kami melaksanakan kegiatan latihan luar negeri terbesar kami tahun ini bersama TNI," katanya.
Latihan tersebut juga menjadi kegiatan militer luar negeri terbesar Australia sepanjang 2026.
Melalui latihan bersama, personel kedua negara diharapkan dapat meningkatkan kemampuan bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan operasional.
Pasukan TNI dan Australia Latihan Pendaratan Amfibi hingga Tembak Langsung
Rangkaian Keris Woomera 26 mencakup latihan pendaratan amfibi di Jawa Timur yang melibatkan unsur militer kedua negara.
Selain itu, personel TNI dan ADF menjalankan latihan tembak langsung serta integrasi operasi maritim antara angkatan laut Indonesia dan Australia.
Jones menjelaskan bahwa kondisi geografis dan lingkungan kawasan Indo-Pasifik menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengerahan dan pemeliharaan kekuatan militer.
Menurutnya, latihan gabungan memberikan kesempatan bagi kedua negara untuk meningkatkan kemampuan menghadapi tantangan tersebut secara bersama-sama.
"Latihan Keris Woomera memberikan lingkungan pelatihan yang memungkinkan Australia dan Indonesia mengatasi tantangan tersebut bersama-sama serta melaksanakan rangkaian latihan militer yang kompleks secara berdampingan," kata dia.
Ia berharap pengalaman selama latihan dapat meningkatkan kemampuan pengerahan pasukan dan memberikan manfaat nyata bagi keamanan Indonesia serta Australia.
Latihan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat daya tangkal terhadap tekanan atau paksaan militer.
Australia Kerahkan HIMARS, Howitzer M777, dan Kapal Perang
Dalam Keris Woomera 26, ADF mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari unsur darat, laut, dan udara.
Berikut alutsista Australia yang terlibat dalam latihan:
- Kapal perang: HMAS Choules, HMAS Perth, dan HMAS Stalwart.
- Pesawat militer: C-130J Hercules dan PC-21 dari Skuadron Nomor 4 Angkatan Udara Australia.
- Artileri: Howitzer M777.
- Sistem roket: Sistem Peluncur Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS).
Pengerahan alutsista tersebut mendukung berbagai skenario latihan yang melibatkan koordinasi antarmatra.
TNI Libatkan Korvet Diponegoro, MLRS, dan Pesawat Super Tucano
Sementara itu, TNI mengerahkan sejumlah alutsista untuk mendukung latihan gabungan bersama militer Australia.
Peralatan militer Indonesia yang dilibatkan mencakup unsur kapal perang, artileri, helikopter, dan pesawat tempur ringan.
Berikut alutsista TNI yang berpartisipasi:
- Kapal perang: Korvet kelas Diponegoro.
- Artileri: Sistem artileri dan Sistem Peluncur Roket Multilaras (MLRS).
- Helikopter: Bell-412 dan Panther.
- Pesawat: Super Tucano.
Kehadiran berbagai alutsista tersebut menjadi bagian dari latihan operasi gabungan yang mengintegrasikan kemampuan militer kedua negara.
Keris Woomera Digelar Dua Tahun Sekali sejak 2024
Keris Woomera merupakan latihan militer bilateral antara Indonesia dan Australia yang pertama kali diselenggarakan pada 2024.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung setiap dua tahun sebagai bagian dari kerja sama pertahanan kedua negara.
Penyelenggaraan Keris Woomera 26 menjadi kelanjutan dari latihan sebelumnya dengan melibatkan ribuan personel dan berbagai jenis alutsista.
Melalui latihan ini, TNI dan ADF berupaya meningkatkan koordinasi, kesiapan operasional, serta kemampuan melaksanakan operasi militer bersama di kawasan Indo-Pasifik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




