HOME  ⁄  Geopolitik

BRITACEG Bakal Masukkan AI dan Transformasi Digital dalam Pelatihan Administrasi Perpajakan Global

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BRITACEG Bakal Masukkan AI dan Transformasi Digital dalam Pelatihan Administrasi Perpajakan Global
Foto: Direktur BRITACEG Ho Silvestre In Mui saat menyampaikan pidato pada agenda the 7th BRITACOF di Jakarta, Selasa 13/10/2026 (sumber: ANTARA/Kuntum Khaira Riswan)

Pantau - Kelompok Peningkatan Kapasitas Administrasi Perpajakan Inisiatif Sabuk dan Jalan atau Belt and Road Initiative Tax Administration Capacity Enhancement Group (BRITACEG) berencana memasukkan materi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan transformasi digital dalam program pelatihan administrasi perpajakan bagi negara-negara mitra Belt and Road Initiative (BRI).

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pejabat perpajakan dalam menghadapi perkembangan teknologi sekaligus memperkuat kemampuan pengelolaan administrasi perpajakan modern.

Direktur BRITACEG, Ho Silvestre In Mui, menyampaikan bahwa pengembangan kurikulum menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas dan efektivitas program pelatihan administrasi perpajakan.

Rencana tersebut disampaikan Ho dalam pidatonya pada forum The 7th Belt and Road Initiative Tax Administration Cooperation Forum (BRITACOF) yang berlangsung di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

"Selain topik inti perpajakan, BRITACEG juga akan memperkenalkan sesi pelatihan yang mencakup transformasi digital dan kecerdasan buatan, serta aspek perpajakan yang berkaitan dengan perjanjian penghindaran pajak berganda," kata Ho.

BRITACEG Perluas Kurikulum Pelatihan dengan Materi AI dan Perpajakan Internasional

Ho menjelaskan bahwa pengembangan materi pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan praktis administrasi perpajakan di negara-negara mitra BRI.

Dengan pengembangan tersebut, BRITACEG tidak hanya berfokus pada materi inti perpajakan, tetapi juga memperkenalkan pembelajaran mengenai pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam administrasi perpajakan.

Selain teknologi digital, program pelatihan akan mencakup aspek perpajakan yang berkaitan dengan perjanjian penghindaran pajak berganda.

Materi tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap persoalan perpajakan lintas negara yang menjadi bagian dari tugas administrasi perpajakan modern.

Ho menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan efektivitas pelatihan akan menjadi fokus utama BRITACEG dalam mengembangkan program peningkatan kapasitas.

Pengembangan program tersebut akan berpedoman pada rencana peningkatan kapasitas yang tercantum dalam Rencana Aksi Hong Kong 2025–2027.

BRITACEG juga akan mempertimbangkan kebutuhan nyata administrasi perpajakan di masing-masing negara mitra agar materi pelatihan relevan dengan tantangan yang dihadapi peserta.

Metode Pelatihan Dikembangkan melalui Video dan Pembelajaran Tatap Muka

Selain memperluas materi, BRITACEG tengah mengoptimalkan jadwal pelatihan tahunan dengan mengombinasikan sejumlah metode pembelajaran.

Metode tersebut mencakup video pembelajaran rekaman, sesi tanya jawab secara langsung, serta program pelatihan tatap muka yang diselenggarakan secara khusus.

Kombinasi metode pembelajaran itu ditujukan untuk meningkatkan efektivitas penyampaian materi sekaligus memberikan pilihan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta.

BRITACEG juga berencana menyempurnakan sistem kurikulum melalui pengembangan kursus lanjutan untuk memperdalam pemahaman peserta mengenai administrasi perpajakan.

Pengembangan kurikulum tersebut akan dilengkapi dengan penyusunan studi kasus praktis lintas negara yang menghubungkan materi pembelajaran dengan penerapannya dalam pekerjaan.

Melalui kursus lanjutan dan studi kasus tersebut, peserta diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dalam pelaksanaan tugas perpajakan di negara masing-masing.

Ho turut menyampaikan bahwa BRITACEG akan meningkatkan keterlibatan tenaga pengajar dalam proses pembelajaran.

Peningkatan keterlibatan tersebut dilakukan melalui sesi tanya jawab yang disesuaikan dengan perkembangan dan tingkat pemahaman peserta selama mengikuti pelatihan.

Selain itu, BRITACEG akan menghimpun masukan langsung dari peserta serta mengevaluasi penerapan materi untuk mengukur efektivitas program peningkatan kapasitas yang telah dilaksanakan.

Kerja Sama Akademi Perpajakan Antarnegara Bakal Diperluas

BRITACEG juga berencana memperluas kerja sama antarakademi perpajakan di negara-negara dan yurisdiksi yang berpartisipasi dalam inisiatif BRI.

Kerja sama tersebut akan dilakukan melalui pertukaran praktik terbaik, pengembangan kursus bersama, serta kegiatan berbagi tenaga pengajar.

Menurut Ho, perluasan kolaborasi itu diarahkan untuk membangun sistem pelatihan administrasi perpajakan yang mengedepankan standar bersama dan pemanfaatan sumber daya secara kolektif.

Sistem pelatihan yang dikembangkan juga akan mempertimbangkan keunggulan masing-masing wilayah agar kerja sama antarakademi dapat memanfaatkan pengalaman dan kemampuan setiap pihak.

BRITACEG selanjutnya akan memperkuat koordinasi pelaksanaan program sekaligus mendorong pemanfaatan hasil pembelajaran untuk mendukung peningkatan kapasitas administrasi perpajakan.

"BRITACEG akan secara aktif mengoordinasikan pelaksanaan program dan pemanfaatan hasil pelatihan, mengevaluasi profil merek, serta berkontribusi bersama dalam memperkuat kapasitas administrasi perpajakan global," kata dia.

Indonesia Terlibat dalam Penguatan Kapasitas Perpajakan Global

BRITACEG merupakan kelompok kerja yang berfokus pada peningkatan kapasitas administrasi perpajakan di negara-negara dan yurisdiksi yang berpartisipasi dalam Belt and Road Initiative.

Indonesia menjadi salah satu anggota BRITACEG yang terlibat dalam kerja sama peningkatan kapasitas administrasi perpajakan tersebut.

Melalui perluasan materi AI dan transformasi digital, penyempurnaan kurikulum, penguatan metode pembelajaran, serta peningkatan kerja sama antarakademi, BRITACEG berupaya meningkatkan kualitas pelatihan bagi pejabat perpajakan di negara-negara mitra.

Pengembangan program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemampuan administrasi perpajakan dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan pengelolaan perpajakan lintas negara.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026