HOME  ⁄  Nasional

Menaker Yassierli Perkenalkan Formula 5T untuk Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja, Tekankan Penguasaan AI dan Integritas

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Menaker Yassierli Perkenalkan Formula 5T untuk Generasi Muda Hadapi Dunia Kerja, Tekankan Penguasaan AI dan Integritas
Foto: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat membuka acara Grand Opening Albacadabra di SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Sukabumi, Senin 12/10/2026 (sumber: Kemnaker RI)

Pantau - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memperkenalkan formula 5T yang terdiri atas Think (berpikir), Tech (teknologi), Talk (komunikasi), Team (kerja sama tim), dan Trust (kepercayaan atau integritas) sebagai lima bekal penting bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi dunia kerja yang semakin dinamis dan terus berubah.

Formula tersebut diperkenalkan untuk mendorong generasi muda mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menguasai teknologi, berkomunikasi secara efektif, bekerja sama, serta membangun karakter yang berintegritas.

Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli melalui keterangan di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.

Menurut Yassierli, generasi muda yang memiliki kualitas dan kompetensi merupakan salah satu kekuatan penting dalam mendukung kemajuan bangsa Indonesia.

"Banyak pemuda yang berkualitas dan kompeten baru akan menjadi kekuatan bangsa. Untuk menjadi generasi unggul di Indonesia ke depan, saya merangkumnya menjadi lima bekal penting, yaitu Think, Tech, Talk, Team, dan Trust," ujar Yassierli.

Ia menekankan bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh penguasaan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan sosial serta karakter pribadi.

Menaker Tekankan Pentingnya Berpikir Kritis dan Penguasaan Teknologi

Bekal pertama dalam formula 5T adalah Think atau kemampuan berpikir yang menekankan pentingnya pola pikir kritis dalam menghadapi berbagai persoalan.

Menurut Yassierli, generasi muda perlu membiasakan diri menganalisis informasi, memahami persoalan, serta mempertimbangkan berbagai hal sebelum mengambil keputusan.

Kemampuan berpikir kritis juga perlu disertai rasa ingin tahu yang tinggi agar generasi muda terus terdorong untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan.

Selain itu, keberanian bertanya ketika menghadapi sesuatu yang belum dipahami menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan berpikir.

Kebiasaan mencari informasi dan memperdalam pemahaman dinilai dapat membantu generasi muda menghadapi perkembangan pengetahuan serta perubahan kebutuhan dunia kerja.

Bekal kedua adalah Tech atau penguasaan teknologi yang menekankan pentingnya memahami perkembangan teknologi modern dan memanfaatkannya secara tepat.

Yassierli menjelaskan bahwa generasi muda perlu memiliki kemampuan memahami pengolahan data serta perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Menurutnya, pemahaman mengenai teknologi dan kecerdasan buatan tidak hanya diperlukan oleh pelajar maupun mahasiswa yang menekuni bidang sains.

Generasi muda dari berbagai disiplin ilmu juga perlu mengikuti perkembangan teknologi karena penggunaannya semakin berkaitan dengan berbagai sektor pekerjaan.

Menaker Ingatkan Generasi Muda Manfaatkan AI secara Bijak dan Bertanggung Jawab

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan bahwa kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran maupun pekerjaan.

Menurutnya, AI dapat membantu manusia dalam mengolah informasi, mencari data, serta mendukung penyelesaian berbagai tugas.

Namun, penggunaan teknologi tersebut tetap harus memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, termasuk empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab.

Yassierli menilai kemampuan berkolaborasi dengan AI menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan generasi muda untuk menghadapi perubahan dunia kerja.

"AI gunakan sebaik-baiknya, dia akan menjadi mitra kita untuk mengolah dan mencari data. Dia tidak akan pernah bisa menggantikan manusia, dan orang-orang yang sukses adalah orang yang mampu berkolaborasi dengan AI, tetapi tetap harus diimbangi dengan empati, kebijaksanaan, dan tanggung jawab dalam penggunaannya," tegas Yassierli.

Melalui penjelasan tersebut, Yassierli mengingatkan bahwa perkembangan teknologi sebaiknya dimanfaatkan untuk mendukung kemampuan manusia.

Ia juga menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek etika dan tanggung jawab dalam setiap penggunaan teknologi, terutama kecerdasan buatan.

Penguasaan teknologi yang disertai kemampuan berpikir kritis diharapkan dapat membantu generasi muda menyesuaikan diri dengan perkembangan cara kerja di berbagai bidang.

Kemampuan Komunikasi dan Kerja Sama Tim Jadi Bekal Penting Dunia Kerja

Bekal ketiga dalam formula 5T adalah Talk atau kemampuan berkomunikasi yang menjadi salah satu keterampilan penting dalam membangun hubungan dan menjalankan pekerjaan.

Yassierli menjelaskan bahwa komunikasi yang baik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara, tetapi juga kesediaan mendengarkan orang lain.

Generasi muda diharapkan mampu memahami informasi yang diterima sekaligus menyampaikan gagasan dan pemikiran secara jelas agar mudah dipahami.

Kemampuan tersebut diperlukan untuk mendukung interaksi, pertukaran gagasan, serta pelaksanaan tugas dalam lingkungan pendidikan maupun dunia kerja.

Selain kemampuan mendengarkan dan menyampaikan pendapat, Yassierli juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing.

Kemampuan berbahasa asing diharapkan dapat membantu generasi muda memperluas komunikasi dan membangun hubungan dengan berbagai pihak.

Sementara itu, bekal keempat adalah Team atau kemampuan bekerja sama dalam tim untuk mencapai tujuan bersama.

Menurut Yassierli, generasi muda perlu mengembangkan kemampuan berkolaborasi karena berbagai pekerjaan membutuhkan koordinasi serta kontribusi dari banyak pihak.

Kemampuan bekerja dalam tim juga berkaitan dengan kesiapan seseorang untuk beradaptasi terhadap perubahan situasi dan dinamika lingkungan kerja.

Melalui kerja sama dan kemampuan beradaptasi, generasi muda diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan organisasi.

Penguatan keterampilan komunikasi dan kolaborasi menjadi bagian dari persiapan menghadapi dunia kerja yang membutuhkan hubungan antarpersonel secara efektif.

Menaker Tegaskan Integritas Lebih dari Sekadar Keahlian

Bekal kelima dalam formula 5T adalah Trust atau kepercayaan yang berkaitan dengan pembentukan karakter melalui kejujuran, tanggung jawab, dan integritas.

Yassierli menegaskan bahwa penguasaan pengetahuan dan keterampilan harus disertai karakter yang kuat agar seseorang dapat dipercaya dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, seseorang tidak cukup hanya memiliki keahlian, tetapi juga perlu menunjukkan sikap bertanggung jawab serta menjaga integritas dalam setiap pekerjaan.

Integritas menjadi unsur penting dalam membangun kepercayaan karena berkaitan dengan kesesuaian antara prinsip, perkataan, dan tindakan.

Yassierli juga mengingatkan generasi muda agar memiliki keberanian mempertahankan prinsip dan menolak tindakan yang bertentangan dengan hati nurani.

"Keahlian membuka pintu, integritas membuat orang percaya. Anda harus punya integritas, berani mengatakan tidak kalau itu tidak sesuai dengan hati nurani," ujar Yassierli.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keahlian dapat membuka peluang bagi seseorang untuk memasuki dunia kerja, sedangkan integritas berperan dalam membangun dan mempertahankan kepercayaan.

Kemampuan menjaga kejujuran dan tanggung jawab diharapkan dapat membantu generasi muda menjadi pribadi yang dapat diandalkan dalam menjalankan pekerjaan maupun mengambil keputusan.

Formula 5T Diharapkan Cetak Generasi Muda Kompeten dan Berkarakter

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan bahwa kelima kemampuan dalam formula 5T merupakan bekal yang saling melengkapi dalam menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja.

Kemampuan berpikir kritis dan penguasaan teknologi diperlukan untuk mengikuti perkembangan pengetahuan serta menyesuaikan diri dengan perubahan cara kerja.

Sementara itu, keterampilan komunikasi dan kerja sama tim dibutuhkan untuk membangun hubungan kerja yang efektif serta mendukung pencapaian tujuan bersama.

Di sisi lain, kejujuran, tanggung jawab, dan integritas menjadi landasan karakter agar pengetahuan serta keterampilan dapat digunakan secara tepat.

Melalui penerapan formula Think, Tech, Talk, Team, dan Trust, Yassierli berharap generasi muda Indonesia mampu tumbuh menjadi sumber daya manusia yang kompeten, adaptif, dan memiliki karakter kuat.

Kelima bekal tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda menghadapi tantangan dunia kerja sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan kemajuan bangsa.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026