
Pantau - Partai Demokrat Amerika Serikat diperkirakan memiliki peluang sebesar 77 persen untuk memenangkan mayoritas kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS dalam pemilu sela yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.
Berdasarkan hasil survei NBC News Decision Desk Poll yang dirilis Kamis (15/10/2026), Partai Demokrat diproyeksikan memperoleh 235 kursi, sedangkan Partai Republik diperkirakan meraih 200 kursi.
Proyeksi tersebut menunjukkan Partai Demokrat berpeluang mengambil alih kendali DPR AS dari Partai Republik yang saat ini memegang mayoritas.
"Partai Demokrat kini memiliki peluang 77 persen memenangi pemilihan DPR, dengan perkiraan jumlah kursi yang dimenanginya mencapai 235," kata lembaga survei tersebut melalui platform media sosial X.
Hasil survei tersebut muncul menjelang pemilu sela AS yang akan menentukan komposisi baru Kongres di tengah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Demokrat Diproyeksikan Raih 235 Kursi DPR Amerika Serikat
NBC News Decision Desk Poll memperkirakan Partai Demokrat memiliki peluang besar untuk memperoleh mayoritas kursi DPR AS dalam pemilu sela November mendatang.
Dari total 235 kursi yang diproyeksikan dapat dimenangkan Demokrat, sebanyak 187 kursi dikategorikan sebagai wilayah yang hampir pasti dimenangkan.
Sementara itu, 28 kursi lainnya masuk kategori kemungkinan dimenangkan oleh Partai Demokrat.
Proyeksi tersebut menempatkan Demokrat dalam posisi yang berpeluang melampaui ambang mayoritas DPR AS yang membutuhkan sedikitnya 218 dari total 435 kursi.
Dengan demikian, Partai Demokrat berpotensi memperoleh kendali atas salah satu kamar Kongres AS apabila hasil pemilu sesuai dengan proyeksi survei.
Meski demikian, angka tersebut merupakan perkiraan sebelum pemungutan suara dan bukan hasil resmi pemilu.
Partai Republik Diperkirakan Hanya Raih 200 Kursi
Sementara Partai Demokrat diproyeksikan menguat, Partai Republik menghadapi kemungkinan kehilangan mayoritas kursi DPR AS.
NBC News Decision Desk Poll memperkirakan Partai Republik hanya akan memperoleh sekitar 200 kursi dalam pemilu sela mendatang.
Sebanyak 124 kursi masuk kategori hampir pasti dimenangkan oleh Partai Republik.
Selain itu, 64 kursi diperkirakan berpeluang dimenangkan, sedangkan 14 kursi lainnya berada dalam kategori kemungkinan menang tipis.
Apabila proyeksi tersebut terwujud, Partai Republik tidak akan mencapai jumlah kursi yang dibutuhkan untuk mempertahankan mayoritas DPR AS.
Perubahan komposisi kursi tersebut berpotensi memengaruhi keseimbangan kekuasaan antara pemerintahan Presiden Donald Trump dan Kongres.
Pemilu Sela AS Digelar 3 November 2026 untuk Perebutkan 435 Kursi DPR
Amerika Serikat dijadwalkan menggelar pemilu sela pada 3 November 2026 untuk menentukan susunan baru lembaga legislatif federal.
Dalam pemilu tersebut, seluruh 435 kursi DPR AS akan diperebutkan oleh para kandidat dari berbagai partai politik.
Selain pemilihan DPR, sebanyak 33 dari total 100 kursi Senat AS juga akan diperebutkan.
Sejumlah negara bagian turut mengadakan pemilihan legislatif pada hari yang sama.
Pemilu sela menjadi momentum penting bagi kedua partai besar AS karena hasilnya akan menentukan keseimbangan kekuatan politik di Kongres.
Partai yang memperoleh mayoritas kursi DPR akan memiliki pengaruh besar terhadap agenda legislasi dan pengawasan pemerintahan.
Popularitas Trump dan Kenaikan Harga Dinilai Pengaruhi Peluang Republik
Sejumlah analis menilai Partai Demokrat memiliki peluang untuk merebut mayoritas DPR AS karena melemahnya dukungan terhadap Partai Republik.
Salah satu faktor yang disebut memengaruhi peluang tersebut adalah penurunan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Donald Trump.
Menurut para ahli yang dikutip dalam laporan tersebut, operasi militer terhadap Iran menjadi salah satu isu yang turut memengaruhi penilaian masyarakat terhadap pemerintah.
Selain itu, kenaikan harga kebutuhan masyarakat, termasuk bahan bakar minyak (BBM), disebut menjadi faktor lain yang dapat memengaruhi pilihan pemilih.
Kondisi ekonomi dan kebijakan luar negeri pemerintahan Trump dipandang sebagai isu yang berpotensi memengaruhi persaingan kedua partai dalam pemilu sela.
Meski Demokrat diproyeksikan unggul, hasil akhir pemilihan tetap bergantung pada suara yang diberikan masyarakat AS pada 3 November mendatang.
- Penulis :
- Aditya Yohan




