
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan tindakan lebih lanjut terhadap Iran dan menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan membiarkan Teheran memiliki senjata nuklir.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat berkampanye di Wasilla, Alaska, Selasa (13/10/2026), untuk mendukung kandidat Partai Republik menjelang pemilu sela Amerika Serikat pada 3 November 2026.
"Tunggu sampai kalian melihat apa yang akan kami lakukan terhadap Iran. Kami akan memberikan pelajaran yang keras. Kami sudah muak. Kalian tahu, kami sudah muak," kata Trump di hadapan para pendukungnya.
Trump juga memperingatkan bahwa Iran tinggal menunggu waktu sebelum Amerika Serikat mengambil langkah berikutnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan mengenai pembicaraan Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait kemungkinan operasi militer baru terhadap Iran.
Trump Tegaskan Iran Tidak Boleh Miliki Senjata Nuklir
Dalam kampanyenya, Trump kembali menegaskan sikap Amerika Serikat mengenai program nuklir Iran.
Ia menyatakan pemerintahannya tidak akan menerima kemungkinan Iran mengembangkan atau memiliki senjata nuklir.
"Kami sudah tidak tahan lagi, tetapi itu bukan masalah. Hal terpenting adalah mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," katanya.
Meski menyampaikan peringatan keras, Trump tidak menjelaskan bentuk tindakan yang akan dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran.
Ia juga tidak menyebutkan jadwal pelaksanaan maupun rincian langkah yang sedang dipertimbangkan pemerintahannya.
Pernyataan tersebut menambah perhatian terhadap perkembangan hubungan Washington dan Teheran di tengah ketegangan kawasan Timur Tengah.
Trump dan Netanyahu Dilaporkan Bahas Operasi Baru terhadap Iran
Sebelumnya, situs berita Axios melaporkan bahwa Trump dan Netanyahu telah membahas kemungkinan peluncuran operasi besar-besaran baru terhadap Iran.
Laporan tersebut mengutip dua pejabat Amerika Serikat serta sejumlah sumber lain yang mengetahui pembicaraan kedua pemimpin.
Menurut laporan itu, pembahasan mengenai kemungkinan operasi baru berlangsung menjelang pemilihan umum di Amerika Serikat dan Israel.
Namun, pembicaraan tersebut dilaporkan terjadi sebelum Trump secara terbuka menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran sebelum pemilu sela.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada rincian resmi mengenai bentuk operasi yang dibahas maupun keputusan untuk melaksanakannya.
Pernyataan Trump Muncul Jelang Pemilu Sela AS
Peringatan terhadap Iran disampaikan Trump ketika sedang melakukan kampanye politik untuk mendukung kandidat Partai Republik di Alaska.
Amerika Serikat dijadwalkan menyelenggarakan pemilu sela pada 3 November 2026.
Di tengah agenda politik tersebut, Trump kembali menempatkan isu keamanan dan program nuklir Iran sebagai bagian dari pernyataan kebijakan luar negerinya.
Meski mengisyaratkan tindakan lanjutan, Trump belum memberikan kepastian apakah langkah yang dimaksud berupa operasi militer atau bentuk tekanan lainnya.
Perkembangan selanjutnya masih bergantung pada keputusan resmi pemerintah Amerika Serikat terkait kebijakan terhadap Iran.
- Penulis :
- Aditya Yohan




