
Pantau - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikutra 1, Kota Bandung, Jawa Barat, memanfaatkan sisa makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai pakan ternak melalui sistem pemilahan sampah organik untuk mengurangi limbah sekaligus mengevaluasi kualitas menu yang disajikan.
Kepala SPPG Cikutra 1 Kota Bandung Kiki Agung mengatakan pengelolaan sisa makanan dilakukan dengan memisahkan sampah berdasarkan jenisnya agar dapat dimanfaatkan kembali secara optimal.
“Sejak program berjalan kembali di SPPG, kami melaksanakan pemilahan sampah organik dan anorganik,” kata Kiki di Bandung, Rabu (14/10/2026).
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari penerapan prosedur pengelolaan sampah dalam kegiatan operasional dapur MBG.
Sisa Makanan MBG Dipilah Berdasarkan Jenisnya
Kiki menjelaskan bahwa petugas SPPG Cikutra 1 melakukan pemilahan terhadap sisa makanan organik yang dikembalikan oleh penerima manfaat.
Pemilahan dilakukan berdasarkan jenis makanan, seperti nasi, sayuran, dan daging, sebelum seluruh sisa makanan ditimbang dan dicatat.
Pencatatan tersebut bertujuan mengetahui jenis makanan yang paling banyak tersisa setelah dibagikan kepada penerima manfaat.
Data hasil penimbangan kemudian digunakan sebagai bahan evaluasi terhadap menu MBG yang disajikan setiap hari.
Melalui sistem tersebut, pengelola SPPG dapat mengidentifikasi makanan yang kurang diminati dan mempertimbangkan penyesuaian menu.
“Dengan evaluasi tersebut, SPPG dapat mengidentifikasi menu yang perlu diperbaiki berdasarkan pengamatan dan pencatatan makanan yang dikembalikan,” katanya.
Kiki menyebutkan bahwa evaluasi berdasarkan sisa makanan menjadi salah satu cara untuk memahami tingkat penerimaan penerima manfaat terhadap sajian yang diberikan.
Sampah Organik Dimanfaatkan untuk Pakan Ternak
Selain digunakan sebagai bahan evaluasi menu, sisa makanan organik yang telah dipilah dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak.
Kiki mengatakan sisa makanan tersebut disalurkan untuk kebutuhan ternak milik yayasan atau mitra pendamping SPPG di Kabupaten Bandung.
Pemanfaatan itu juga mencakup kawasan Jeleng Prang yang menjadi salah satu lokasi pengelolaan pakan ternak dari sisa makanan.
“Pemisahan sisa makanan berdasarkan jenisnya dilakukan agar bahan organik dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan pakan ternak,” kata Kiki.
Menurutnya, pemisahan berdasarkan jenis makanan diperlukan agar bahan organik yang terkumpul dapat disesuaikan dengan kebutuhan pemanfaatannya.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya mengurangi jumlah sisa makanan yang berakhir sebagai sampah dari kegiatan operasional MBG.
SPPG Cikutra Dorong Pengelolaan Limbah Berkelanjutan
SPPG Cikutra 1 berharap sistem pemilahan dan pemanfaatan sisa makanan dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan limbah dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Kiki menjelaskan bahwa pemilahan sampah organik dan anorganik menjadi bagian penting dalam menjaga pengelolaan operasional dapur tetap sesuai prosedur.
Selain mengurangi limbah, pencatatan makanan yang tersisa juga membantu pengelola menyusun evaluasi untuk memperbaiki sajian berikutnya.
Dengan demikian, pengelolaan sisa makanan memiliki dua fungsi, yakni mendukung perbaikan menu MBG dan menyediakan bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.
SPPG Cikutra 1 menargetkan praktik tersebut dapat terus diterapkan untuk menekan volume sampah organik sekaligus mendukung pengelolaan limbah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




