
Pantau - Uni Eropa berencana membangun pusat keamanan maritim untuk memantau kapal pengangkut minyak Rusia dan aktivitas kapal selam di kawasan Arktik sebagai bagian dari strategi baru memperkuat kehadiran militer dan keamanan di wilayah tersebut.
Rencana tersebut dilaporkan surat kabar The Times dengan mengutip Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas serta dokumen strategi yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (21/10/2026).
Selain membentuk pusat pemantauan, Uni Eropa menyiapkan pengembangan infrastruktur militer, sistem perlindungan kabel komunikasi bawah laut, serta teknologi pertahanan yang mampu beroperasi dalam kondisi cuaca ekstrem.
Brussels juga berencana mengalokasikan anggaran sebesar 260 juta euro atau sekitar Rp4,67 triliun untuk pengembangan teknologi militer khusus kawasan Arktik.
Uni Eropa Akan Pantau Armada Bayangan Rusia dan Kapal Selam
Berdasarkan laporan The Times, strategi baru Uni Eropa mencakup pembentukan pusat keamanan maritim yang bertugas memantau aktivitas kapal di kawasan Arktik.
Salah satu sasaran pemantauan adalah armada bayangan Rusia atau shadow fleet, yakni jaringan kapal yang digunakan dalam pengangkutan minyak Rusia.
Pusat tersebut juga direncanakan memantau pergerakan kapal selam yang beroperasi di wilayah Arktik.
Namun, lokasi pembangunan fasilitas pemantauan tersebut belum diumumkan.
Pembentukan pusat keamanan maritim menjadi bagian dari rencana Uni Eropa untuk meningkatkan kemampuan pengawasan terhadap aktivitas maritim di kawasan tersebut.
Strategi baru itu dijadwalkan diumumkan pada Rabu (21/10/2026), sebagaimana dilaporkan The Times.
Kabel Komunikasi Bawah Laut Masuk Prioritas Perlindungan
Selain pengawasan kapal minyak dan kapal selam, Uni Eropa menyiapkan sistem untuk meningkatkan keamanan infrastruktur komunikasi bawah laut.
Sistem tersebut direncanakan memiliki kemampuan memantau kondisi kabel komunikasi dan mendukung perbaikan apabila terjadi sabotase.
Perlindungan kabel bawah laut menjadi salah satu komponen dalam strategi keamanan kawasan Arktik yang sedang disiapkan Brussels.
Rencana tersebut menunjukkan bahwa penguatan keamanan tidak hanya mencakup aktivitas kapal, tetapi juga infrastruktur komunikasi yang berada di bawah permukaan laut.
Dokumen strategi juga memuat pengembangan fasilitas pendukung operasi militer di kawasan Arktik.
Uni Eropa Kembangkan Pelabuhan dan Bandara untuk Pengerahan Pasukan
Uni Eropa turut merencanakan pengembangan pelabuhan dan bandara yang dapat mendukung pengerahan pasukan secara cepat.
Fasilitas tersebut akan menjadi bagian dari infrastruktur pendukung peningkatan kehadiran militer di kawasan Arktik.
Pengembangan sarana transportasi militer itu tercantum dalam dokumen strategi baru yang dilaporkan The Times.
Selain infrastruktur, Brussels menyiapkan investasi teknologi pertahanan yang disesuaikan dengan kondisi geografis dan cuaca kawasan tersebut.
Brussels Siapkan Rp4,67 Triliun untuk Teknologi Militer Arktik
Uni Eropa berencana menyediakan dana sebesar 260 juta euro atau sekitar Rp4,67 triliun untuk pengembangan teknologi militer khusus kawasan Arktik.
Teknologi yang direncanakan mencakup pesawat yang mampu beroperasi dalam kondisi cuaca ekstrem.
Selain itu, Uni Eropa akan mengembangkan sistem deteksi jarak jauh untuk mendukung kemampuan pengawasan di wilayah tersebut.
Pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari strategi peningkatan kesiapan dan kemampuan operasional militer Uni Eropa di Arktik.
Hingga laporan itu diterbitkan pada Selasa (20/10/2026), lokasi pusat keamanan maritim dan rincian pelaksanaan sejumlah proyek tersebut belum diumumkan.
- Penulis :
- Aditya Yohan
- Editor :
- Aditya Yohan




