HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Sebut Marine Le Pen Diperlakukan Tidak Adil, tetapi Belum Nyatakan Dukungan untuk Pilpres Prancis 2027

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Sebut Marine Le Pen Diperlakukan Tidak Adil, tetapi Belum Nyatakan Dukungan untuk Pilpres Prancis 2027
Foto: (Sumber :Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada awak media sebelum menaiki Marine One di South Lawn Gedung Putih di Washington, D.C., Senin (5/10/2026). (ANTARA/Anadolu/Mehmet Eser).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai politikus Prancis Marine Le Pen mendapat perlakuan tidak adil dalam perkara hukum yang dihadapinya, tetapi belum menyatakan dukungan terhadap kemungkinan pencalonan tokoh Partai Reli Nasional tersebut pada Pemilihan Presiden Prancis 2027.

Trump menyampaikan pandangannya kepada wartawan di Washington ketika ditanya mengenai kemungkinan memberikan dukungan politik kepada Le Pen.

Menurut Trump, perlakuan terhadap Le Pen terlihat seperti upaya memanfaatkan persoalan hukum untuk kepentingan politik.

"Saya tidak mengenalnya, saya belum pernah bertemu dengannya; tetapi, menurut saya, dia diperlakukan dengan buruk. Bagi saya, apa yang mereka lakukan itu tampak seperti upaya memanfaatkan situasi untuk kepentingan politik," kata Trump.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian Trump dan bukan kesimpulan mengenai adanya campur tangan politik dalam proses hukum Le Pen.

Trump Enggan Nyatakan Dukungan kepada Marine Le Pen

Trump mengaku belum pernah bertemu secara langsung dengan Marine Le Pen meskipun menyampaikan pandangannya mengenai perkara hukum politikus Prancis tersebut.

Ketika ditanya apakah dirinya akan mendukung Le Pen dalam Pemilihan Presiden Prancis 2027, Trump tidak memberikan jawaban tegas.

Presiden Amerika Serikat itu hanya menyampaikan penilaiannya bahwa Le Pen telah diperlakukan secara buruk.

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, Trump belum mengumumkan dukungan resmi terhadap pencalonan Le Pen.

Le Pen merupakan politikus Partai Reli Nasional yang menyatakan niat untuk mengikuti pemilihan presiden Prancis mendatang.

Hukuman Le Pen Diringankan dalam Kasus Dana Parlemen Eropa

Marine Le Pen sebelumnya menghadapi proses hukum terkait kasus penggelapan dana Parlemen Eropa.

Pada 7 Juli 2026, hukuman yang dijatuhkan terhadap Le Pen diringankan sehingga ia kembali memperoleh kesempatan untuk mengikuti Pemilihan Presiden Prancis 2027.

Meski demikian, Le Pen tetap diwajibkan menjalani hukuman selama satu tahun dengan menggunakan gelang elektronik pemantau.

Ketentuan tersebut menjadi perhatian karena Le Pen berencana kembali bersaing dalam pemilihan presiden.

Le Pen kemudian menyatakan tidak akan menjalankan kegiatan kampanye dengan mengenakan gelang elektronik tersebut.

Le Pen Ajukan Banding ke Mahkamah Kasasi Prancis

Setelah mendapatkan keringanan hukuman, Le Pen mengumumkan niatnya untuk mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden Prancis 2027.

Ia juga memutuskan mengajukan banding terhadap putusan hukum yang diterimanya ke Mahkamah Kasasi Prancis.

Langkah tersebut ditempuh di tengah persiapannya untuk kembali mengikuti persaingan politik nasional.

Sementara itu, Kantor Kejaksaan Prancis menegaskan bahwa gelang elektronik pemantau tidak akan dikenakan kepada Le Pen selama masa kampanye.

Dengan demikian, ketentuan mengenai penggunaan gelang elektronik tersebut tidak akan diberlakukan terhadap Le Pen ketika menjalankan kegiatan kampanye pemilihan presiden.

Pilpres Prancis 2027 Dijadwalkan Berlangsung pada 18 April

Prancis dijadwalkan menggelar putaran pertama pemilihan presiden pada 18 April 2027.

Apabila diperlukan putaran kedua, pemungutan suara lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 2 Mei 2027.

Pemilihan tersebut akan menentukan pengganti Presiden Emmanuel Macron yang tidak dapat kembali mencalonkan diri.

Macron saat ini menjalani masa jabatan kedua secara berturut-turut sebagai Presiden Prancis.

Ketentuan pembatasan masa jabatan membuat Macron tidak dapat mengikuti pemilihan presiden untuk periode ketiga secara beruntun.

Di tengah persiapan pemilihan tersebut, Le Pen telah menyatakan niatnya untuk maju sebagai calon presiden, sementara Trump belum memberikan dukungan politik secara terbuka kepadanya.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026