HOME  ⁄  Geopolitik

Bahrain dan Prancis Teken Kerja Sama Nuklir Sipil, Macron Perkuat Kemitraan Energi dan Pertahanan di Timur Tengah

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Bahrain dan Prancis Teken Kerja Sama Nuklir Sipil, Macron Perkuat Kemitraan Energi dan Pertahanan di Timur Tengah
Foto: (Sumber :Presiden Prancis Emmanuel Macron. (ANTARA/Anadolu/aa.).)

Pantau - Bahrain dan Prancis resmi menandatangani nota kesepahaman kerja sama pengembangan energi nuklir untuk tujuan damai pada Selasa (20/10/2026), sebagai langkah memperkuat kemampuan sumber daya manusia dan keahlian teknis dalam mendukung program nuklir sipil Bahrain.

Kesepakatan tersebut ditandatangani pada akhir kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Manama, Bahrain, setelah mengadakan pembicaraan bilateral dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa.

Kantor Berita Bahrain (BNA) melaporkan bahwa kedua pemimpin menyaksikan langsung penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Luar Negeri Bahrain dan Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis.

Kerja sama tersebut difokuskan pada pengembangan dan pemeliharaan keterampilan serta kemampuan teknis yang diperlukan dalam pelaksanaan program nuklir sipil Bahrain.

Salah satu langkah yang disepakati adalah penyelenggaraan pelatihan khusus untuk meningkatkan keahlian tenaga profesional yang terlibat dalam pengembangan sektor nuklir.

Bahrain dan Prancis Fokus Kembangkan Keahlian Nuklir untuk Tujuan Damai

Nota kesepahaman tersebut menjadi dasar kerja sama kedua negara dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan di bidang teknologi nuklir sipil.

Berdasarkan laporan BNA, program pelatihan khusus akan menjadi bagian dari upaya membangun dan mempertahankan keahlian yang dibutuhkan Bahrain.

Pengembangan kemampuan tersebut diarahkan untuk mendukung pemanfaatan teknologi nuklir secara damai.

Kerja sama ini juga menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral antara Bahrain dan Prancis, khususnya dalam sektor energi dan teknologi.

Selain membahas pengembangan nuklir sipil, kedua negara turut meninjau peluang peningkatan kemitraan strategis dalam sejumlah bidang lainnya.

Macron dan Raja Hamad Bahas Investasi hingga Kerja Sama Pertahanan

Dalam pertemuan bilateral di Manama, Presiden Emmanuel Macron dan Raja Hamad bin Isa Al Khalifa membahas penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor.

Bidang yang menjadi perhatian meliputi investasi, pembangunan ekonomi, pertahanan, pembangunan berkelanjutan, dan teknologi canggih.

Kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai perkembangan politik dan keamanan regional maupun internasional.

Situasi Timur Tengah menjadi salah satu topik pembicaraan, terutama terkait berbagai tantangan keamanan yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Raja Hamad menyambut baik perkembangan hubungan bilateral Bahrain dan Prancis yang terus diperkuat melalui sejumlah kesepakatan.

Ia menyoroti perjanjian kerja sama pertahanan yang ditandatangani ketika melakukan kunjungan ke Prancis pada Februari 2026.

Kesepakatan pertahanan tersebut dinilai menjadi langkah menuju perluasan kerja sama di bidang keamanan, energi, dan teknologi.

Raja Hamad juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap kedaulatan negara, kepatuhan terhadap hukum internasional, serta penyelesaian konflik melalui dialog.

Sementara itu, Macron mendorong peningkatan kerja sama dalam pengembangan kemampuan pertahanan dan industri militer.

Presiden Prancis tersebut juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan kedua negara dalam sektor energi.

Macron Lanjutkan Kunjungan ke Qatar dalam Lawatan Kawasan Teluk

Setelah menyelesaikan agenda kunjungan di Bahrain, Macron melanjutkan perjalanan diplomatiknya menuju Doha, Qatar.

Menurut kantor berita resmi Qatar, QNA, Macron tiba di Doha pada Selasa malam (20/10/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian lawatan Presiden Prancis ke kawasan Teluk yang berlangsung pada 19–21 Oktober 2026.

Selain Bahrain dan Qatar, agenda kunjungan Macron juga mencakup Kuwait dan Uni Emirat Arab.

Pihak kepresidenan Prancis menyatakan bahwa rangkaian kunjungan tersebut bertujuan memperkuat hubungan strategis dan ekonomi dengan negara-negara kawasan Teluk.

Agenda diplomatik itu juga diarahkan untuk mendorong stabilitas regional, memperkuat keamanan energi, serta mendukung kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

Kerja Sama Berlangsung di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Penguatan hubungan Bahrain dan Prancis berlangsung ketika kawasan Timur Tengah masih menghadapi ketegangan keamanan.

Ketegangan tersebut meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak di sejumlah wilayah kawasan.

Teheran juga menutup Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur penting bagi perdagangan dan pengiriman energi internasional.

Sementara itu, Amerika Serikat menerapkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Situasi tersebut menjadi salah satu latar belakang pembahasan keamanan regional dalam rangkaian kunjungan diplomatik Macron ke negara-negara Teluk.

Melalui kerja sama nuklir sipil dan penguatan kemitraan strategis, Bahrain dan Prancis berupaya memperluas hubungan bilateral di bidang energi, teknologi, ekonomi, dan pertahanan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026