HOME  ⁄  Geopolitik

Qatar dan Prancis Desak Israel Tarik Pasukan dari Gaza, Tolak Aneksasi Tepi Barat dan Minta Bantuan Kemanusiaan Dibuka

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Qatar dan Prancis Desak Israel Tarik Pasukan dari Gaza, Tolak Aneksasi Tepi Barat dan Minta Bantuan Kemanusiaan Dibuka
Foto: (Sumber :Arsip foto - Presiden Prancis Emmanuel Macron ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/sgd/foc..)

Pantau - Qatar dan Prancis mendesak Israel menarik pasukannya dari Jalur Gaza sesuai kesepakatan gencatan senjata, sekaligus menghentikan pembangunan permukiman dan kekerasan pemukim Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Seruan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama setelah Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Doha, Qatar, Rabu (21/10/2026).

Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan kedua negara menekankan pentingnya penerapan penuh kesepakatan gencatan senjata di Gaza, termasuk penarikan pasukan Israel berdasarkan pengaturan yang telah disepakati.

Qatar dan Prancis juga menyerukan agar bantuan kemanusiaan segera disalurkan ke Gaza secara aman dan tanpa hambatan.

Selain membahas konflik Palestina-Israel, kedua pemimpin turut menyoroti ketegangan dengan Iran, kebebasan pelayaran di Selat Hormuz, serta penguatan hubungan bilateral.

Qatar dan Prancis Tolak Aneksasi Tepi Barat oleh Israel

Dalam pernyataan bersama tersebut, Qatar dan Prancis kembali menegaskan penolakan terhadap segala bentuk upaya pencaplokan wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel.

Kedua negara meminta penghentian kebijakan permukiman Israel yang terus menjadi persoalan dalam konflik Palestina-Israel.

Mereka juga menyerukan penghentian kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat.

Terkait situasi Gaza, Qatar dan Prancis menilai seluruh ketentuan gencatan senjata harus dilaksanakan sesuai kesepakatan.

Penarikan pasukan Israel menjadi salah satu langkah yang secara khusus ditekankan dalam pernyataan kedua negara.

Bantuan Kemanusiaan Gaza Harus Masuk Tanpa Hambatan

Qatar dan Prancis turut menyoroti pentingnya akses bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina di Jalur Gaza.

Kedua negara menyerukan pengiriman bantuan secara segera, aman, dan tanpa hambatan.

Selain itu, Qatar dan Prancis menegaskan kembali dukungan terhadap solusi dua negara sebagai jalan penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Keduanya juga menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan pemilihan umum Palestina.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari sikap diplomatik kedua negara mengenai penyelesaian konflik dan masa depan pemerintahan Palestina.

Macron dan Emir Qatar Bahas Iran serta Selat Hormuz

Pertemuan Macron dan Sheikh Tamim juga membahas perkembangan keamanan kawasan Timur Tengah, termasuk ketegangan yang melibatkan Iran.

Qatar dan Prancis mengecam serangan militer Iran terhadap negara-negara di kawasan.

Kedua negara menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomatik agar program nuklir Teheran hanya digunakan untuk tujuan damai.

Selain persoalan nuklir, kedua pemimpin membahas pentingnya pemulihan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Qatar dan Prancis menyerukan agar pelayaran melalui jalur strategis tersebut dapat berlangsung tanpa pembatasan maupun pungutan.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama perdagangan energi internasional yang terdampak ketegangan militer di kawasan.

Dalam pertemuan itu, Prancis juga menyampaikan apresiasi terhadap upaya mediasi Qatar untuk meredakan konflik regional.

Qatar dan Prancis Sepakat Perluas Kerja Sama Pertahanan dan Ekonomi

Di luar pembahasan konflik Timur Tengah, Qatar dan Prancis sepakat memperkuat hubungan bilateral di sejumlah sektor strategis.

Bidang kerja sama yang akan diperluas mencakup pertahanan, keamanan, dan ekonomi.

Pertemuan di Doha merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Presiden Emmanuel Macron ke kawasan Teluk.

Selain Qatar, lawatan Macron juga mencakup Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Arab Saudi.

Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kemitraan strategis dan ekonomi dengan negara-negara kawasan.

Agenda diplomatik itu juga diarahkan untuk mendukung pemulihan stabilitas Timur Tengah serta kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026