HOME  ⁄  Geopolitik

Sekitar 50 Ribu Orang Demo di Wina Tolak Pemotongan Anggaran Pendidikan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Sekitar 50 Ribu Orang Demo di Wina Tolak Pemotongan Anggaran Pendidikan
Foto: (Sumber :Ilustrasi: Suasana di pinggiran Sungai Danube, Wina, Austria. ANTARA/Xinhua/He Canling/aa..)

Pantau - Sekitar 50.000 orang menggelar demonstrasi di Wina, Austria, Kamis (22/10/2026), untuk memprotes kebijakan anggaran pendidikan tinggi pemerintah federal yang dinilai belum mencukupi kebutuhan operasional universitas.

Aksi tersebut digelar setelah pemerintah Austria mengumumkan alokasi anggaran sebesar 16 miliar euro atau sekitar Rp322 triliun untuk universitas selama periode 2028–2030.

Persatuan Mahasiswa Nasional Austria (OH) menyebut kebutuhan anggaran perguruan tinggi setidaknya mencapai 18 miliar euro atau sekitar Rp362,2 triliun untuk mengimbangi dampak inflasi.

Dengan demikian, terdapat selisih sekitar 2 miliar euro antara anggaran yang diumumkan pemerintah dan kebutuhan yang diperkirakan oleh Konferensi Universitas.

Ribuan Mahasiswa dan Staf Universitas Turun ke Jalan

Demonstrasi dimulai sekitar pukul 15.00 waktu setempat atau 20.00 WIB di depan gedung utama Universitas Teknologi Wina.

Para demonstran mengusung slogan "Siaga Merah - #SelamatkanUniversitas!" sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan anggaran pendidikan tinggi.

Aksi tersebut sebelumnya telah diumumkan oleh Persatuan Mahasiswa Nasional Austria melalui siaran pers.

"Pemerintah federal telah mengumumkan anggaran sebesar 16 miliar euro (Rp322 triliun) untuk universitas-universitas selama periode 2028 hingga 2030," ungkap pernyataan tersebut.

"Namun, menurut perkiraan Konferensi Universitas, setidaknya dibutuhkan 18 miliar euro (Rp362,2 triliun) hanya untuk mengimbangi dampak inflasi," tambahnya.

Menurut penyelenggara, demonstrasi tidak hanya diikuti mahasiswa dan staf perguruan tinggi di Wina.

Anggota komunitas akademis dari berbagai negara bagian federal Austria juga turut berpartisipasi dalam aksi tersebut.

Serikat Layanan Publik bahkan menyediakan transportasi bagi staf universitas dan dokter dari sejumlah kota universitas untuk mengikuti demonstrasi.

Mahasiswa Austria Desak Pemerintah Tambah Anggaran Pendidikan

Ketua Persatuan Mahasiswa Nasional Austria, Viktoria Kudrna, mengatakan bahwa demonstrasi bertujuan menunjukkan penolakan terhadap kebijakan pendanaan universitas.

Pernyataan tersebut disampaikan Kudrna kepada media lokal sebelum aksi dimulai.

Ia menyebut masih terdapat harapan agar pemerintah federal bersedia meningkatkan alokasi anggaran pendidikan tinggi.

Namun, pemerintah Austria menganggap besaran anggaran yang telah ditetapkan sebagai keputusan final.

Sikap tersebut muncul setelah para pejabat tinggi pemerintah mencapai kesepakatan mengenai anggaran pada Sabtu sebelum demonstrasi berlangsung.

Pemotongan Anggaran Dikhawatirkan Ganggu Layanan Kampus

Persatuan Mahasiswa Nasional Austria memperingatkan bahwa keterbatasan pendanaan berpotensi memengaruhi kegiatan akademik di berbagai perguruan tinggi.

Dampak yang dikhawatirkan meliputi berkurangnya pilihan program akademik, melemahnya layanan pendukung mahasiswa, dan memburuknya kondisi ketenagakerjaan.

Kudrna menyatakan bahwa sejumlah mahasiswa bahkan telah mulai merasakan dampak keterbatasan anggaran tersebut.

Salah satu contohnya terjadi di Universitas Teknologi Wina yang telah mengurangi jam operasional perpustakaan.

Pengurangan jam layanan tersebut menjadi salah satu perubahan yang memengaruhi akses mahasiswa terhadap fasilitas akademik.

Universitas Teknologi Wina Bekukan Perekrutan Pegawai Baru

Selain mengurangi jam operasional perpustakaan, Universitas Teknologi Wina juga telah mengambil langkah penghematan di bidang ketenagakerjaan.

Rektor Universitas Teknologi Wina, Jens Schneider, memberlakukan pembekuan sementara pembukaan lowongan pekerjaan baru sejak pertengahan Juni 2026.

Kebijakan tersebut diterapkan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi pendanaan universitas.

Sementara itu, demonstrasi penolakan anggaran mendapatkan dukungan resmi dari pihak administrasi perguruan tinggi.

Dukungan tersebut antara lain diberikan melalui izin bagi mahasiswa dan staf untuk meninggalkan kegiatan perkuliahan atau pekerjaan guna mengikuti aksi protes.

Hingga aksi berlangsung, pemerintah federal Austria tetap mempertahankan besaran anggaran pendidikan tinggi yang telah disepakati.

Penulis :
Ahmad Yusuf
Editor :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026