HOME  ⁄  Geopolitik

AS dan Kanada Bahas Penurunan Tarif Baja dan Otomotif, Kesepakatan Berpeluang Tercapai Sebelum Pemilu Kongres

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

AS dan Kanada Bahas Penurunan Tarif Baja dan Otomotif, Kesepakatan Berpeluang Tercapai Sebelum Pemilu Kongres
Foto: (Sumber :Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, (7/10/2025). ANTARA/Xinhua/Hu Yousong)..)

Pantau - Amerika Serikat (AS) dan Kanada tengah melakukan perundingan untuk mengurangi tarif impor produk baja dan otomotif asal Kanada, dengan peluang tercapainya kesepakatan sebelum pemilihan umum sela Kongres AS pada 3 November 2026.

Negosiator AS dilaporkan mempertimbangkan pemberian keringanan terhadap tarif sebesar 50 persen untuk produk baja dan 25 persen untuk sektor otomotif Kanada.

Namun, pemerintah AS masih menginginkan konsesi tambahan dari Kanada sebelum menyepakati pengurangan tarif tersebut.

Pembicaraan ini berlangsung di tengah ketegangan hubungan perdagangan kedua negara yang meningkat sejak 2025 akibat kebijakan tarif dan tindakan balasan masing-masing pihak.

AS Pertimbangkan Keringanan Tarif Baja dan Mobil Kanada

Berdasarkan laporan yang mengutip sumber dari kedua negara, pemerintah AS sedang mempertimbangkan pengurangan beban tarif terhadap produk baja dan kendaraan asal Kanada.

Tarif yang menjadi pembahasan mencakup bea masuk sebesar 50 persen untuk baja dan 25 persen untuk sektor otomotif.

Sumber dari pihak Kanada menyebutkan kesepakatan perdagangan berpeluang tercapai sebelum pemilu sela Kongres AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November 2026.

Meski demikian, sumber dari AS menyatakan Washington masih meminta konsesi lebih lanjut dari pemerintah Kanada.

Belum ada kepastian mengenai besaran akhir pengurangan tarif maupun waktu pemberlakuannya karena perundingan masih berlangsung.

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick Jadi Tokoh Utama Negosiasi

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick diperkirakan menjadi pejabat utama dalam pembahasan pengurangan tarif terhadap produk Kanada.

Peran Lutnick dinilai penting karena keringanan tarif yang sedang dibicarakan berada dalam kewenangan Departemen Perdagangan AS.

Dengan demikian, pembicaraan tersebut lebih banyak melibatkan Lutnick dibandingkan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer.

Lutnick juga dilaporkan meningkatkan komunikasi dengan Menteri Perdagangan Kanada-AS sekaligus Menteri Urusan Antar-Pemerintah Kanada, Dominic LeBlanc.

Pemerintah Kanada menyatakan tetap membuka ruang dialog untuk mencapai hubungan perdagangan yang lebih menguntungkan kedua negara.

"Kanada tetap terlibat dalam dialog konstruktif dengan mitra kami di AS mengenai berbagai prioritas. Kami siap bekerja secara konstruktif serta dengan itikad baik mewujudkan hubungan perdagangan yang lebih saling menguntungkan dan menghormati kepentingan Kanada," kata juru bicara LeBlanc.

Ketegangan Perdagangan AS-Kanada Meningkat Sejak 2025

Hubungan perdagangan Amerika Serikat dan Kanada mengalami ketegangan sejak 2025 akibat perselisihan mengenai kebijakan tarif serta dampaknya terhadap hubungan diplomatik.

Situasi semakin memburuk pada Agustus 2026 ketika perundingan perdagangan kedua negara menemui jalan buntu.

Setelah kebuntuan tersebut, AS mulai menerapkan tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang asal Kanada dengan nilai mencapai 20 miliar dolar AS.

Kebijakan itu kemudian mendapat respons dari pemerintah Kanada melalui langkah balasan terhadap sejumlah produk Amerika Serikat.

Sektor yang menjadi sasaran tindakan Kanada meliputi baja, produk susu, peralatan rumah tangga, peralatan pertanian, bubur kertas, kertas, serta produk elektronik.

Perselisihan tarif tersebut menjadi salah satu persoalan utama yang kini dibahas kembali oleh kedua negara.

PM Mark Carney Minta AS Berunding dengan Itikad Baik

Perdana Menteri Kanada Mark Carney sebelumnya menyatakan kesediaan pemerintahnya untuk melanjutkan negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya pada Rabu (21/10/2026), Carney menegaskan bahwa Kanada menginginkan kesepakatan perdagangan yang adil bagi kedua pihak.

Namun, kesediaan tersebut bergantung pada komitmen AS untuk menjalankan pembicaraan dengan itikad baik.

Pemerintah Kanada juga menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus tetap menghormati kepentingan nasionalnya.

Dengan waktu yang semakin dekat menuju pemilu sela Kongres AS pada 3 November, pembahasan pengurangan tarif baja dan otomotif menjadi salah satu agenda penting dalam hubungan perdagangan Washington dan Ottawa.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026