
Pantau - Sekitar 700.000 anak usia sekolah di Jalur Gaza, Palestina, kehilangan akses terhadap pendidikan yang layak akibat kerusakan dan kehancuran fasilitas sekolah sejak konflik berlangsung pada 2023.
Perwakilan Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Vassily Nebenzia, menyampaikan kondisi tersebut dalam sidang Dewan Keamanan PBB pada Senin (26/10/2026).
Nebenzia mengatakan kehancuran infrastruktur pendidikan telah menghambat kesempatan belajar bagi ratusan ribu anak di wilayah Palestina tersebut.
Sebanyak 700 Ribu Anak Gaza Terdampak Kehancuran Sekolah
Nebenzia menjelaskan sistem pendidikan di Jalur Gaza mengalami kerusakan besar sejak 2023.
Kerusakan tersebut menyebabkan banyak sekolah tidak dapat lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Sejak 2023, sistem pendidikan di Gaza hancur, sehingga menyebabkan sekitar 700.000 anak usia sekolah kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan layak, karena sekolah-sekolah di sana rusak atau hancur," kata Nebenzia di hadapan Dewan Keamanan PBB, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, keterbatasan akses pendidikan di wilayah yang dilanda konflik merupakan persoalan yang sangat memprihatinkan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dampak kemanusiaan yang dihadapi anak-anak di Jalur Gaza.
Serangan Masih Terjadi Meski Gencatan Senjata Berlaku
Gencatan senjata di Jalur Gaza telah berlaku sejak Oktober 2025.
Namun, serangan militer Israel dilaporkan masih terjadi di wilayah Palestina tersebut.
Militer Israel menyatakan operasi yang dilakukan menargetkan fasilitas dan anggota Hamas.
Situasi keamanan yang belum stabil turut menjadi tantangan bagi pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk penyelenggaraan pendidikan.
PBB Soroti Krisis Kemanusiaan di Jalur Gaza
Selain persoalan pendidikan, PBB menilai kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat buruk.
Penilaian tersebut didasarkan pada kerusakan infrastruktur yang meluas serta terganggunya pelayanan kesehatan.
Penduduk Gaza juga masih menghadapi kesulitan dalam memperoleh makanan dan berbagai kebutuhan pokok.
Kerusakan sekolah menjadi bagian dari persoalan yang memengaruhi kehidupan masyarakat di tengah krisis berkepanjangan.
Pernyataan Nebenzia di Dewan Keamanan PBB menyoroti kebutuhan pemulihan akses pendidikan bagi sekitar 700.000 anak usia sekolah yang terdampak konflik.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




