
Pantau - Akademisi Prof Ali Saukah menyoroti peran Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan yang tidak hanya menjaga keutuhan bangsa di tengah keberagaman etnis dan bahasa daerah, tetapi juga membuka kesempatan masyarakat dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan demokrasi.
Pandangan tersebut disampaikan melalui tulisan berjudul "Berkah Bahasa Indonesia bagi Bangsa Indonesia" yang diterbitkan pada Selasa (27/10/2026), menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.
Dalam tulisannya, Ali Saukah menilai keberadaan Bahasa Indonesia merupakan salah satu faktor penting yang memungkinkan masyarakat dari berbagai wilayah Nusantara membangun identitas kebangsaan bersama.
Sumpah Pemuda 1928 Menjadi Tonggak Bahasa Persatuan
Ali Saukah mengingatkan bahwa Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah pembentukan identitas nasional Indonesia.
Dalam peristiwa tersebut, para pemuda menyatakan komitmen untuk menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.
Bahasa Indonesia berakar pada bahasa Melayu yang sebelumnya telah digunakan secara luas sebagai bahasa perhubungan antardaerah dan antarkelompok masyarakat.
Pemilihan bahasa Melayu sebagai dasar bahasa persatuan berlangsung ketika bahasa Jawa digunakan oleh kelompok etnis terbesar di Nusantara.
Menurut Ali Saukah, keputusan untuk tidak menggunakan bahasa Jawa sebagai dasar bahasa persatuan bukan berarti bahasa tersebut memiliki kedudukan lebih rendah daripada bahasa Melayu.
Ia memandang keputusan tersebut sebagai langkah yang memungkinkan bahasa persatuan diterima oleh berbagai kelompok masyarakat tanpa dianggap sebagai milik satu kelompok etnis terbesar.
Bahasa Indonesia Dinilai Memperkuat Identitas Nasional
Ali Saukah menjelaskan bahwa Indonesia memiliki wilayah kepulauan yang luas dengan ratusan bahasa daerah dan beragam kelompok etnis.
Dalam kondisi tersebut, Bahasa Indonesia berperan sebagai sarana komunikasi yang menghubungkan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Penggunaan bahasa bersama juga memungkinkan masyarakat membangun rasa memiliki terhadap identitas nasional yang melampaui asal daerah dan kelompok etnis.
Menurut pandangannya, Bahasa Indonesia menjadi salah satu modal sosial yang mendukung persatuan bangsa.
Bahasa Indonesia Membuka Akses Pendidikan dan Pekerjaan
Selain menjadi simbol persatuan, Ali Saukah menyoroti fungsi Bahasa Indonesia dalam memperluas kesempatan masyarakat.
Ia menilai keberadaan bahasa bersama dapat mendukung akses terhadap pendidikan, dunia kerja, dan partisipasi dalam kehidupan demokratis.
Bahasa Indonesia juga dipandang sebagai sarana untuk membangun kesejahteraan bersama melalui komunikasi antarkelompok masyarakat.
Pandangan tersebut menempatkan Bahasa Indonesia bukan hanya sebagai identitas kebangsaan, tetapi juga sebagai unsur penting dalam kehidupan sosial.
Keberagaman Bahasa Daerah Tetap Menjadi Bagian dari Identitas Bangsa
Dalam tulisannya, Ali Saukah menekankan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan tidak didasarkan pada anggapan bahwa bahasa daerah tertentu lebih rendah daripada bahasa lainnya.
Pemilihan bahasa bersama justru dipandang sebagai keputusan yang mempertimbangkan keberagaman masyarakat Indonesia.
Melalui bahasa yang dapat diterima oleh berbagai kelompok, masyarakat dari latar belakang berbeda memiliki sarana komunikasi dan identitas kebangsaan yang sama.
Uraian tersebut merupakan pandangan Ali Saukah berdasarkan bagian tulisan yang tersedia, yang membahas sejarah pemilihan Bahasa Indonesia dan perannya bagi persatuan nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan




