
Pantau - Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta mengungkapkan bahwa negaranya mulai merasakan kemajuan ekonomi dan peningkatan investasi asing setelah satu tahun resmi bergabung dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Ramos-Horta menyebut keanggotaan ASEAN turut meningkatkan kepercayaan investor internasional sehingga sejumlah perusahaan asing mulai mengembangkan proyek investasi di Timor-Leste, termasuk dari Jepang, Indonesia, dan China.
Pernyataan tersebut disampaikan Ramos-Horta dalam wawancara dengan Kyodo News di Istana Kepresidenan Dili, Timor-Leste, Senin (26/10/2026), bertepatan dengan peringatan satu tahun keanggotaan negaranya di ASEAN.
"Mungkin karena bergabung dengan ASEAN," kata Ramos-Horta saat menjelaskan kemungkinan hubungan antara keanggotaan ASEAN dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap Timor-Leste.
Timor-Leste yang memiliki populasi sekitar 1,4 juta jiwa resmi menjadi anggota ke-11 ASEAN pada 26 Oktober 2025 setelah melalui proses diplomatik selama 14 tahun.
Perusahaan Jepang Bangun Pembangkit Listrik dan Rencanakan Galangan Kapal
Ramos-Horta mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan Jepang mulai menunjukkan komitmen investasi melalui proyek pembangunan infrastruktur energi dan industri di Timor-Leste.
Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah pembangunan pembangkit listrik tenaga surya melalui kerja sama perusahaan perdagangan Jepang, Itochu Corp., dengan sebuah perusahaan asal Prancis.
Selain sektor energi terbarukan, perusahaan galangan kapal Jepang yang berbasis di Hiroshima, Tsuneishi Shipbuilding Co., juga berencana membangun fasilitas galangan kapal di Timor-Leste.
Investasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus membuka ribuan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, terutama kelompok usia muda.
Pemerintah Timor-Leste juga memandang pengembangan sektor industri sebagai langkah penting untuk mengurangi ketergantungan ekonomi terhadap minyak dan gas bumi.
Ramos-Horta menyambut positif keterlibatan perusahaan Jepang karena dinilai dapat memperluas kesempatan kerja sekaligus mempererat hubungan ekonomi kedua negara.
"Hal ini penting bagi Timor-Leste, tidak hanya untuk penciptaan lapangan kerja, tetapi juga untuk meningkatkan kerja sama kami dengan Jepang," kata Ramos-Horta.
Timor-Leste Siapkan Pembebasan Pajak Investor hingga 50 Tahun
Untuk mempercepat masuknya investasi asing, pemerintah Timor-Leste tengah merevisi undang-undang investasi dengan menawarkan insentif pembebasan pajak hingga 50 tahun bagi investor asing.
Rancangan perubahan aturan tersebut telah memperoleh persetujuan Dewan Menteri Timor-Leste dan selanjutnya diajukan kepada parlemen untuk mendapatkan pengesahan.
Ramos-Horta optimistis parlemen akan menyetujui rancangan undang-undang tersebut dalam waktu kurang dari satu bulan.
"Saya yakin rancangan undang-undang ini akan disetujui secara bulat oleh parlemen dalam waktu kurang dari sebulan, dan setelah itu akan resmi berlaku sebagai undang-undang," kata Ramos-Horta.
Kebijakan tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah menciptakan iklim investasi yang lebih menarik bagi perusahaan internasional.
Perusahaan Indonesia Mulai Garap Sektor Perikanan Timor-Leste
Selain investasi perusahaan Jepang, Ramos-Horta mengungkapkan bahwa semakin banyak perusahaan Indonesia mulai menanamkan modal di Timor-Leste.
Investasi perusahaan Indonesia terutama menyasar sektor kelautan dan perikanan, termasuk pengembangan komoditas rumput laut, lobster, kepiting, dan mutiara.
Meskipun nilai investasi pada sektor tersebut relatif lebih kecil dibandingkan proyek industri berskala besar, keterlibatan perusahaan Indonesia menjadi bagian dari pengembangan kegiatan ekonomi Timor-Leste.
Perusahaan Indonesia juga tengah mengupayakan proyek perluasan fasilitas bandara yang telah beroperasi untuk mendukung peningkatan konektivitas dan kebutuhan transportasi negara tersebut.
Di sisi lain, pemerintah Timor-Leste mulai mempersiapkan berbagai fasilitas pendukung menjelang penyelenggaraan pertemuan ASEAN pada 2029.
Salah satu proyek yang direncanakan adalah pembangunan hotel berbintang lima untuk menunjang kebutuhan akomodasi delegasi internasional.
Sejumlah perusahaan China juga direncanakan membangun pusat konvensi baru di kawasan tepi laut ibu kota Dili sebagai bagian dari persiapan pertemuan ASEAN tersebut.
Dili Gencarkan Pembangunan Infrastruktur Jelang Pertemuan ASEAN 2029
Sejak resmi bergabung dengan ASEAN, ibu kota Timor-Leste mengalami berbagai kegiatan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan fasilitas perkotaan.
Pembangunan tersebut meliputi pelebaran jalan, revitalisasi kawasan tepi laut, serta pembangunan sejumlah gedung bertingkat tinggi.
Namun, proyek pelebaran jalan di Dili juga berdampak terhadap permukiman masyarakat karena mengharuskan relokasi ratusan rumah dan bangunan di kawasan pembangunan.
Pemerintah Timor-Leste terus mempersiapkan infrastruktur pendukung untuk meningkatkan kesiapan negara tersebut menjadi tuan rumah pertemuan ASEAN pada 2029.
Pengembangan fasilitas transportasi, akomodasi, dan pusat pertemuan menjadi bagian dari persiapan penyelenggaraan agenda regional tersebut.
Ramos-Horta Ingin Latihan Militer Bersama China Digelar Secara Multilateral
Selain membahas perkembangan ekonomi, Ramos-Horta turut menyinggung kerja sama pertahanan antara Timor-Leste dan China yang telah disepakati pada 2024.
Kerja sama tersebut mencakup rencana penyelenggaraan latihan militer bersama antara kedua negara.
Meski demikian, Ramos-Horta menilai latihan militer yang melibatkan Timor-Leste sebaiknya dilaksanakan secara multilateral dengan melibatkan sejumlah negara, bukan hanya melalui kerja sama bilateral dengan satu negara besar.
Ia menggambarkan ketimpangan kemampuan militer antara Timor-Leste dan negara besar dalam latihan bilateral sebagai situasi yang "ibarat seekor nyamuk yang ikut berlatih bersama seekor gajah."
Ramos-Horta menyatakan negaranya lebih terbuka terhadap latihan militer bersama yang melibatkan berbagai negara, termasuk China, Amerika Serikat, Filipina, dan Indonesia.
"Jika latihan tersebut melibatkan China, Amerika Serikat, Filipina, dan Indonesia, maka kami akan ikut serta," kata Ramos-Horta.
Keanggotaan ASEAN Jadi Momentum Penguatan Ekonomi Timor-Leste
Keanggotaan penuh Timor-Leste dalam ASEAN pada Oktober 2025 menjadi pencapaian penting setelah negara tersebut menunggu selama 14 tahun untuk bergabung dengan organisasi kawasan Asia Tenggara.
Proses diplomatik menuju keanggotaan penuh melibatkan sejumlah pemimpin Timor-Leste, termasuk Presiden Jose Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao.
Secara historis, Timor-Leste berada di bawah kekuasaan kolonial Portugal selama sekitar 400 tahun sebelum berintegrasi dengan Indonesia pada 1975.
Pada 1999, wilayah tersebut menyelenggarakan referendum yang disponsori Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan hasil mayoritas pemilih mendukung pemisahan dari Indonesia.
Timor-Leste kemudian memperoleh kemerdekaan yang diakui secara internasional pada 2002 setelah melalui masa transisi pascareferendum.
Satu tahun setelah menjadi anggota ASEAN, pemerintah Timor-Leste kini berupaya memanfaatkan keanggotaan regional untuk memperluas hubungan ekonomi internasional, menarik investasi asing, mengembangkan infrastruktur, dan menciptakan lapangan kerja melalui diversifikasi ekonomi.
- Penulis :
- Shila Glorya




