
Pantau - Partai Hukum dan Keadilan (PiS) yang merupakan kelompok oposisi di Polandia menyerukan demonstrasi damai di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) di Warsawa, Sabtu (31/10/2026), menyusul tuduhan adanya upaya pemerintah mengubah struktur kepemimpinan lembaga tersebut.
Seruan aksi disampaikan organisasi Distrik No.13 PiS melalui pernyataan bertajuk "Membela Mahkamah Konstitusi" yang meminta para pendukung berkumpul untuk menyuarakan penolakan terhadap perkembangan terbaru di lembaga peradilan tersebut.
PiS menuding adanya upaya pencopotan pimpinan MK yang disertai kehadiran aparat kepolisian di sekitar gedung pengadilan.
Menurut partai oposisi tersebut, situasi itu menimbulkan kekhawatiran mengenai independensi lembaga negara dan penghormatan terhadap prosedur hukum di Polandia.
PiS Tuduh Ada Upaya Pengambilalihan Mahkamah Konstitusi
Dalam pernyataannya, PiS menilai perkembangan di Mahkamah Konstitusi memerlukan perhatian serius dari masyarakat dan otoritas negara.
Partai tersebut menuding langkah yang terjadi di lingkungan MK berpotensi mengganggu mekanisme kelembagaan yang berlaku.
"Menurut penilaian kami, tindakan-tindakan ini memiliki indikasi sebagai upaya kudeta dan memerlukan pemeriksaan segera oleh otoritas negara terkait," demikian pernyataan organisasi Distrik No.13 PiS.
Tuduhan tersebut merupakan penilaian pihak oposisi di tengah perselisihan politik mengenai kepemimpinan Mahkamah Konstitusi Polandia.
PiS juga menyoroti kehadiran polisi di lingkungan gedung MK yang disebut berlangsung bersamaan dengan dugaan upaya pencopotan pimpinan lembaga tersebut.
Hingga informasi tersebut disampaikan, tuduhan mengenai upaya pengambilalihan masih menjadi bagian dari perselisihan antara pemerintah dan oposisi.
Ketua Pertama Mahkamah Agung Disebut Mengecam Tindakan di MK
Pernyataan PiS turut mengutip sikap Ketua Pertama Mahkamah Agung Polandia, Zbigniew Kapinski, yang disebut mengecam keras perkembangan di Mahkamah Konstitusi.
Kapinski memperingatkan bahwa pembiaran terhadap tindakan pengambilalihan lembaga negara secara sepihak dapat menimbulkan persoalan lebih luas.
Menurut peringatan yang dikutip PiS, tindakan serupa berpotensi terjadi pada lembaga negara lainnya apabila tidak mendapat penanganan.
Pihak oposisi menjadikan kekhawatiran tersebut sebagai salah satu alasan untuk mengajak masyarakat menunjukkan dukungan terhadap Mahkamah Konstitusi.
Pendukung PiS Diminta Berkumpul Secara Damai di Warsawa
Melalui seruan tersebut, PiS mengajak seluruh pendukung yang memungkinkan melakukan perjalanan ke Warsawa untuk berkumpul di depan kantor pusat Mahkamah Konstitusi.
Partai itu juga meminta para anggotanya membantu mengatur transportasi bagi peserta yang ingin mengikuti demonstrasi.
Selain itu, pendukung diminta menyebarluaskan informasi mengenai rencana aksi kepada masyarakat.
"Hari ini, mari kita tunjukkan kekuatan melalui kehadiran kolektif kita secara damai," bunyi seruan tersebut.
PiS menekankan pentingnya kehadiran bersama sebagai bentuk penyampaian sikap terhadap perkembangan politik dan hukum yang terjadi.
Perselisihan Pemerintah dan Oposisi Polandia Berlanjut
Seruan demonstrasi tersebut muncul di tengah perselisihan mengenai kendali dan kepemimpinan Mahkamah Konstitusi Polandia.
Pemerintah dan kelompok oposisi saling melontarkan tuduhan terkait dugaan upaya melemahkan supremasi hukum di negara tersebut.
Perbedaan pandangan mengenai pengelolaan lembaga konstitusi menjadi salah satu sumber ketegangan politik yang sedang berlangsung.
Di tengah situasi tersebut, PiS berupaya menggalang dukungan masyarakat melalui demonstrasi di depan gedung Mahkamah Konstitusi Warsawa.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




