HOME  ⁄  Geopolitik

Donald Trump Bantah Rencana Serangan Militer AS ke Iran Seusai Pemilu Paruh Waktu Kongres

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Donald Trump Bantah Rencana Serangan Militer AS ke Iran Seusai Pemilu Paruh Waktu Kongres
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Bendera Amerika Serikat dengan bendera Iran. (ANTARA/Chatgpt/bpy).)

Pantau - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah adanya rencana untuk kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran setelah pemilihan umum paruh waktu Kongres AS yang berlangsung pada Selasa (3/11/2026).

Bantahan tersebut disampaikan Trump kepada wartawan di Washington pada Senin (2/11/2026), di tengah laporan sejumlah media Amerika Serikat mengenai kemungkinan operasi militer berskala besar terhadap Iran.

Berdasarkan laporan tim peliput Gedung Putih, Trump memberikan jawaban singkat ketika ditanya mengenai kemungkinan serangan lanjutan setelah pemilu.

"Tidak," jawab Trump saat ditemui wartawan seusai menghadiri kegiatan di dekat kolam Reflecting Pool, Washington.

Pernyataan tersebut muncul ketika hubungan Washington dan Teheran masih diwarnai ketegangan akibat konflik militer yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Trump Sebut AS Tidak Terburu-buru Kembali Berkonflik dengan Iran

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump menyampaikan kepada media Axios bahwa pemerintahannya tidak sedang terburu-buru untuk kembali terlibat dalam konflik dengan Iran.

Trump mengatakan AS "tidak terburu-buru" untuk kembali terlibat dalam permusuhan dengan Teheran.

Ia juga menyatakan bahwa tekanan ekonomi yang diterapkan terhadap Iran telah menguras sumber daya negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan di tengah pemberitaan mengenai kemungkinan Washington kembali mengambil langkah militer terhadap Teheran.

Sejumlah media Amerika Serikat sebelumnya melaporkan bahwa Trump mempertimbangkan operasi militer berskala besar setelah pemilihan umum paruh waktu Kongres.

Namun, Trump membantah rencana tersebut ketika dimintai tanggapan secara langsung oleh wartawan.

Pemilu Paruh Waktu AS Digelar pada 3 November 2026

Amerika Serikat menggelar pemilihan umum paruh waktu pada Selasa (3/11/2026) untuk menentukan komposisi baru sejumlah lembaga legislatif.

Pemilihan tersebut mencakup 35 kursi Senat dan seluruh 435 kursi Dewan Perwakilan Rakyat AS.

Selain pemilihan anggota Kongres, sejumlah negara bagian juga menyelenggarakan pemilihan anggota legislatif dan gubernur.

Pelaksanaan pemilu tersebut menjadi perhatian karena sejumlah laporan media mengaitkannya dengan kemungkinan perubahan langkah militer pemerintah AS terhadap Iran.

Trump sendiri telah membantah bahwa pemerintahannya berencana melakukan serangan lanjutan setelah pemungutan suara berlangsung.

Konflik AS dan Iran Belum Sepenuhnya Terselesaikan

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran meningkat setelah Washington bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026.

Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Teheran sehingga memicu konflik militer antara pihak-pihak yang terlibat.

Pada pertengahan Juni 2026, pemerintah Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan.

Namun, kesepahaman tersebut tidak sepenuhnya menghentikan konflik karena kedua pihak kembali saling melancarkan serangan tidak lama setelah penandatanganan.

Hingga awal November 2026, konflik tersebut masih belum terselesaikan meskipun intensitas permusuhan mengalami perubahan.

Bantahan Trump mengenai rencana serangan lanjutan menjadi pernyataan terbaru pemerintah AS terkait kemungkinan eskalasi militer terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026