
Pantau - Sekitar 200 pelajar dan mahasiswa tetap menggelar demonstrasi di sekitar kawasan Pantheon, Paris, Prancis, pada Selasa, 3 November 2026, meskipun otoritas setempat melarang aksi unjuk rasa di pusat kota.
Berdasarkan laporan koresponden RIA Novosti, massa berkumpul di sejumlah jalan sekitar Pantheon setelah polisi membatasi akses menuju monumen bersejarah tersebut.
Aksi berlangsung kondusif dengan pengawasan ketat aparat kepolisian yang mengenakan perlengkapan antihuru-hara.
Sekitar 10 kendaraan polisi juga disiagakan di sekitar lokasi demonstrasi untuk mengamankan kawasan tersebut.
Meskipun melakukan penjagaan, petugas tidak membubarkan massa yang berkumpul di sekitar area aksi.
Pengadilan Paris Tolak Gugatan Mahasiswa soal Larangan Demonstrasi
Demonstrasi tersebut berlangsung setelah Pengadilan Administratif Paris menolak gugatan mahasiswa terhadap kebijakan larangan aksi di pusat kota.
Putusan pengadilan dikeluarkan pada akhir Oktober 2026 dan membuat pembatasan lokasi demonstrasi tetap berlaku.
Berdasarkan ketentuan tersebut, mahasiswa hanya diperbolehkan menyelenggarakan aksi unjuk rasa di kawasan pinggiran ibu kota Prancis.
Namun, sekitar 200 demonstran tetap mendatangi jalan-jalan di sekitar Pantheon pada Selasa.
Polisi kemudian melakukan pengamanan untuk mencegah peserta aksi mendekati monumen tersebut.
Petugas antihuru-hara berjaga di sejumlah titik, sementara kendaraan kepolisian ditempatkan di sekitar kawasan demonstrasi.
Tidak ada pembubaran massa yang dilaporkan selama aksi berlangsung.
Gelombang Protes Bermula dari Tuntutan Perbaikan Sekolah
Gelombang demonstrasi di Prancis bermula pada pertengahan September 2026 ketika pelajar sekolah menengah di pinggiran Paris turun ke jalan.
Para pelajar menuntut perbaikan kondisi sekolah sebagai isu utama dalam aksi tersebut.
Gerakan protes kemudian berkembang setelah sejumlah warga ikut menyuarakan penolakan terhadap kenaikan harga.
Aksi yang awalnya berlangsung di sekitar Paris selanjutnya meluas ke berbagai wilayah lain di Prancis.
Perkembangan tersebut membuat demonstrasi tidak lagi hanya berkaitan dengan persoalan pendidikan, tetapi juga menyangkut kondisi ekonomi masyarakat.
Demonstrasi Nasional 17 Oktober Diikuti 550 Ribu Orang
Gelombang unjuk rasa mencapai salah satu puncaknya dalam demonstrasi nasional yang berlangsung pada 17 Oktober 2026.
Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat sekitar 550.000 orang mengikuti aksi tersebut.
Jumlah peserta menunjukkan besarnya mobilisasi massa dalam rangkaian protes yang berlangsung sejak September.
Meski pemerintah menerapkan pembatasan lokasi demonstrasi di pusat Paris, aksi lanjutan masih berlangsung pada awal November.
Demonstrasi di sekitar Pantheon pada 3 November menjadi bagian dari rangkaian protes tersebut dengan pengamanan aparat kepolisian.
Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar lokasi dilaporkan tetap kondusif dan polisi tidak melakukan pembubaran terhadap peserta demonstrasi.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




